Sabtu, 26 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Target Konsumsi LPG 3 Kg 2027 Turun Jadi 8 Juta Ton

Pemerintah dan DPR sepakati penurunan target konsumsi LPG 3 kg subsidi di RAPBN 2027 menjadi 8 juta ton, disertai pemangkasan anggaran subsidi energi sebesar Rp11,44 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 25 September 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
Target Konsumsi LPG 3 Kg 2027 Turun Jadi 8 Juta Ton📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI telah menyetujui penurunan target konsumsi LPG 3 kilogram bersubsidi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menjadi 8 juta ton. Penurunan ini menandai penyempitan dari usulan awal sebesar 8,94 juta ton, yang diharapkan mampu mengurangi beban anggaran dan ketergantungan terhadap impor energi. Penetapan angka tersebut menjadi bagian dari strategi pengendalian konsumsi dan efisiensi penggunaan sumber daya energi nasional.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara pemerintah dan parlemen, yang menekankan pentingnya konsistensi dalam pengelolaan subsidi energi. Ia menegaskan bahwa mekanisme pengaturan konsumsi LPG 3 kg telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir tanpa perubahan mendasar. Jika terjadi deviasi dari asumsi target, pemerintah siap melakukan evaluasi dan diskusi lanjutan untuk menyesuaikan kebijakan.

Di tengah upaya pengendalian konsumsi, pemerintah terus memperluas akses terhadap energi alternatif guna mengurangi ketergantungan pada LPG impor. Program pembangunan jaringan gas bumi (jargas), transmisi pipa gas, serta penerapan kompor listrik dan CNG menjadi fokus utama. Langkah-langkah ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

Dalam kesepakatan anggaran, alokasi subsidi energi di RAPBN 2027 ditetapkan sebesar Rp261,50 triliun, turun dari usulan awal Rp272,94 triliun. Pemangkasan utama terjadi pada subsidi BBM dan LPG 3 kg, masing-masing dipangkas Rp350 miliar dan Rp11,09 triliun. Subsidi listrik tetap dipertahankan sesuai rencana, dengan alokasi Rp117,84 triliun untuk listrik berjalan dan Rp12,26 triliun untuk listrik kurang bayar tahun 2025. Penurunan ini didorong oleh penurunan volume penyaluran BBM dan LPG, serta kebijakan penghematan yang lebih ketat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya