Tawas Bisa Kurangi Bau Badan, Tapi Bukan Solusi Ajaib
Tawas efektif mengurangi bau badan melalui sifat antimikroba potassium alum, tetapi tidak menghentikan keringat dan tidak cocok untuk semua kulit.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 22.17 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 ANTARAKendari, ıNarasikita - Tawas, benda berbentuk kristal bening atau putih, kerap dipandang sebagai solusi alami mengatasi bau badan. Meski sering disebut sebagai deodoran alami, penggunaannya tidak serta-merta menghilangkan keringat atau menjamin kebersihan sepanjang hari. Faktanya, tawas yang digunakan dalam produk perawatan kulit umumnya mengandung potassium alum, jenis garam aluminium yang telah terbukti memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri. Bakteri ini merupakan penyebab utama terbentuknya aroma tidak sedap pada tubuh, terutama di area seperti ketiak yang lembap dan kaya nutrisi bagi mikroorganisme.
Keringat sendiri sejatinya tidak berbau. Aroma muncul ketika keringat bereaksi dengan bakteri di permukaan kulit, yang kemudian menghasilkan senyawa berbau. Tawas bekerja dengan mengurangi jumlah bakteri berbahaya tersebut melalui sifat antimikrobanya. Dengan menekan pertumbuhan mikroorganisme, proses pembentukan bau badan dapat diminimalkan. Namun, penting dipahami bahwa tawas bukan antiperspiran; ia tidak mengurangi produksi keringat, melainkan fokus pada pengendalian aroma.
Penggunaan tawas tidak otomatis lebih unggul dibanding produk deodoran lain. Efektivitasnya tergantung pada kondisi kulit, tingkat keringat, dan penyebab bau badan individu. Produk deodoran modern dapat memanfaatkan berbagai bahan aktif seperti penyerap keringat, penetrator aroma, atau agen antimikroba lain yang telah diuji secara klinis. Karena itu, menyamakan tawas dengan semua deodoran lain tidak tepat—setiap produk memiliki keunggulan dan keterbatasan tersendiri.
Meski dianggap alami, tawas tidak bebas risiko. Beberapa kasus melaporkan iritasi kulit, seperti dermatitis iritan pada ketiak, setelah pemakaian deodoran berbahan alum. Reaksi ini menunjukkan bahwa bahan alami pun bisa menyebabkan reaksi negatif pada kulit sensitif atau terluka. Jika muncul rasa perih, gatal, atau kemerahan, penggunaan harus segera dihentikan. Selain itu, tawas tidak disarankan untuk digunakan pada kulit yang terluka atau mengalami peradangan.
Untuk menjaga kebersihan tubuh secara optimal, kebiasaan harian tetap menjadi fondasi utama. Mandi rutin, penggantian pakaian basah, serta pemilihan produk yang sesuai dengan jenis kulit menjadi langkah penting. Jika bau badan muncul secara tiba-tiba, sangat kuat, atau tidak mereda meski kebersihan dijaga, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan, karena bisa jadi tanda kondisi medis tertentu. Tawas adalah salah satu opsi, bukan solusi tunggal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Singapura Bantah Kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke Kedubes
Kedubes Singapura di Jakarta membantah tudingan adanya kunjungan Dino Patti Djalal dan Saiful Mujani ke kediaman duta besar pada 18 Oktober 2026, sekaligus menegaskan informasi tersebut sebagai disinformasi.
25 Oktober 2026

Seruni dan Dekranas Dorong Pelestarian Tenun Gringsing di Bali
Kunjungan Seruni dan Dekranas ke Desa Tenganan Pegringsingan didukung dengan bantuan 500 kacamata bagi lansia penenun, sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat adat.
25 Oktober 2026

Kerangka Manusia Ditemukan di Pantai Selayar, Diduga Nelayan Hilang
Warga Selayar menemukan kerangka manusia di pinggir Pantai Bonesialla, diduga korban nelayan yang hilang saat memancing sejak September.
25 Oktober 2026

Api Karhutla Gunung Sumbing Tuntas Padam, Dampak Seluas 974 Hektare
Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Sumbing yang berlangsung beberapa hari berhasil dipadamkan, menimbulkan dampak luas seluas 974 hektare di tiga kabupaten.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.24 WITA

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.22 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

