Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Teknologi CGM Perkuat Pengelolaan Diabetes Secara Komprehensif

Pemantauan gula darah kontinu melalui CGM memungkinkan dokter dan pasien melihat pola perubahan glukosa serta time in range untuk penyesuaian terapi yang lebih akurat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 22.45 WITA·👁 8 orang membaca· 8 hari ini · 14x dibuka
Teknologi CGM Perkuat Pengelolaan Diabetes Secara Komprehensif📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemantauan kadar gula darah bagi penderita diabetes kini mengalami transformasi signifikan berkat kemajuan teknologi pemantauan glukosa berkelanjutan. Berbeda dengan metode tradisional yang hanya menangkap satu titik waktu, sistem continuous glucose monitoring (CGM) mampu menyediakan data dinamis sepanjang hari, memberikan gambaran yang lebih utuh tentang fluktuasi glukosa dalam tubuh. Informasi ini menjadi kunci dalam menilai efektivitas diet, aktivitas fisik, dan dosis obat yang dikonsumsi.

Salah satu indikator kunci yang muncul dari hasil pemantauan kontinu adalah time in range (TIR), yaitu persentase waktu saat kadar glukosa berada dalam rentang target yang telah ditetapkan. Dengan memanfaatkan data TIR, dokter dapat mengidentifikasi pola perubahan yang tidak terlihat dari pemeriksaan tunggal, seperti lonjakan gula setelah makan atau penurunan saat beristirahat. Data ini menjadi dasar bagi penyesuaian strategi pengelolaan diabetes secara individual dan berkelanjutan.

Peluncuran LinX Continuous Glucose Monitoring System di Indonesia, hasil kolaborasi antara PT Etana Biotechnologies Indonesia dan MicroTech Medical, menjadi langkah strategis dalam memperluas akses teknologi modern. Acara peluncuran yang digelar di Jakarta dihadiri oleh perwakilan PERKENI, akademisi, serta tenaga medis spesialis endokrinologi. Mereka menekankan pentingnya integrasi teknologi dengan bukti ilmiah, keamanan, dan kebutuhan pasien, bukan sekadar inovasi semata.

Presiden Direktur Etana, Nathan Tirtana, menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya menciptakan inovasi, tetapi juga memastikan ketersediaan dan akses yang merata bagi pasien di berbagai wilayah. Ia menekankan perlunya dukungan layanan, edukasi, dan pelatihan klinis untuk memastikan penggunaan CGM berjalan optimal. Sementara itu, Frank Zhao dari MicroTech Medical menyatakan Indonesia menjadi fokus strategis di Asia Tenggara, dengan rencana pengembangan program akademik dan edukasi pasien yang berkelanjutan.

Dengan semakin banyaknya pilihan teknologi pemantauan, harapan besar terbuka bagi peningkatan kualitas hidup penderita diabetes. Namun, penggunaan perangkat tetap harus dilakukan dengan pendampingan profesional, karena data dari CGM bukan pengganti diagnosis atau keputusan klinis, melainkan alat bantu yang perlu diinterpretasikan secara holistik dalam konteks kesehatan pasien secara keseluruhan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya