Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Asing Jual Bersih Rp429 Miliar, IHSG Terkoreksi 1,49%

Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp428,96 miliar pada sesi pertama perdagangan Jumat, turunkan IHSG ke level 6.490,91, dengan BBCA jadi saham paling banyak dilepas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Asing Jual Bersih Rp429 Miliar, IHSG Terkoreksi 1,49%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perdagangan pasar modal Indonesia pada sesi pertama Jumat (11/9/2026) menunjukkan tekanan signifikan setelah investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp428,96 miliar. Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan nilai beli asing mencapai Rp2,33 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp2,76 triliun, menggerus Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,49% atau 98,43 poin ke posisi 6.490,91. Kondisi ini mencerminkan sentimen negatif yang mendominasi pasar hingga tengah hari.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 545 lembar saham mengalami pelemahan, sementara hanya 141 saham yang menguat dan 277 saham bergerak datar. Tekanan terbesar berasal dari emiten perbankan dan sektor energi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai jual bersih terbesar oleh investor asing, mencapai Rp311,71 miliar. Diikuti oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan net sell Rp99,73 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp50,63 miliar.

Di sisi lain, sejumlah emiten justru menjadi target akumulasi asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak dibeli asing dengan nilai net buy mencapai Rp142,46 miliar. Selain BBRI, investor asing juga membeli saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp37,78 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp34 miliar, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp29,08 miliar, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai Rp24,87 miliar.

Aksi beli asing pada sejumlah emiten sektor primer dan infrastruktur menunjukkan adanya pergeseran strategi, meski secara keseluruhan pasar tetap terkoreksi. Pergerakan ini menggambarkan ketidakpastian yang masih menghiasi dinamika pasar, terutama dengan dominasi aksi jual asing pada saham-saham kapital besar. Pergerakan selanjutnya akan sangat tergantung pada respons pasar terhadap isu makroekonomi dan data ekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya