Tiga Tantangan Kunci RI Sejak Merdeka Tak Kunjung Selesai
Pangan, energi, dan air tetap menjadi isu strategis di Indonesia sejak era kemerdekaan, meski telah dijadikan fokus utama dalam visi pemerintahan terkini.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 57x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah mengakui bahwa tiga isu mendasar—pangan, energi, dan air—masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan sejak Indonesia merdeka. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya bersifat historis, tetapi terus menghantui kebijakan pembangunan hingga kini. Ia menyebut bahwa bahkan pada tahun 1965, aksi protes massal pernah terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, dengan tuntutan utama menurunkan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya.
Kondisi tersebut, menurutnya, mencerminkan keterus-menerusan tantangan struktural dalam tiga sektor vital. Meski berbagai program telah diluncurkan untuk mengatasi persoalan ini, termasuk dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, belum ada tanda-tanda penyelesaian menyeluruh. Kebijakan swasembada pangan, energi, dan air tetap menjadi prioritas strategis nasional, menunjukkan bahwa pemerintah menyadari betapa krusialnya tiga aspek tersebut bagi stabilitas sosial dan ekonomi.
Dalam konteks global, perbandingan dengan negara-negara Eropa menunjukkan perbedaan pendekatan. Di sejumlah negara seperti Spanyol, Italia, Prancis, Jerman, Swiss, Belanda, dan Yunani, penggunaan pendingin ruangan secara terbatas telah diatur secara resmi. Di negara-negara tersebut, bahkan hotel bintang empat dan kendaraan umum seperti taksi sering mematikan pendingin udara demi efisiensi energi. Hal ini menjadi perbandingan nyata terhadap praktik di Indonesia, di mana penggunaan pendingin ruangan tetap tinggi meski dalam kondisi krisis energi.
Menteri menyampaikan bahwa meskipun kondisi di Eropa tampak lebih terkendali, bukan berarti Indonesia tidak memiliki potensi perbaikan. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dan perubahan pola konsumsi, khususnya dalam penggunaan energi. Dengan mengikuti contoh negara-negara Eropa yang menerapkan pembatasan, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi jangka panjang, sekaligus mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

