Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tiga Tantangan Kunci RI Sejak Merdeka Tak Kunjung Selesai

Pangan, energi, dan air tetap menjadi isu strategis di Indonesia sejak era kemerdekaan, meski telah dijadikan fokus utama dalam visi pemerintahan terkini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 09.25 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 57x dibuka
Tiga Tantangan Kunci RI Sejak Merdeka Tak Kunjung Selesai📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah mengakui bahwa tiga isu mendasar—pangan, energi, dan air—masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan sejak Indonesia merdeka. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya bersifat historis, tetapi terus menghantui kebijakan pembangunan hingga kini. Ia menyebut bahwa bahkan pada tahun 1965, aksi protes massal pernah terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak, dengan tuntutan utama menurunkan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Kondisi tersebut, menurutnya, mencerminkan keterus-menerusan tantangan struktural dalam tiga sektor vital. Meski berbagai program telah diluncurkan untuk mengatasi persoalan ini, termasuk dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, belum ada tanda-tanda penyelesaian menyeluruh. Kebijakan swasembada pangan, energi, dan air tetap menjadi prioritas strategis nasional, menunjukkan bahwa pemerintah menyadari betapa krusialnya tiga aspek tersebut bagi stabilitas sosial dan ekonomi.

Dalam konteks global, perbandingan dengan negara-negara Eropa menunjukkan perbedaan pendekatan. Di sejumlah negara seperti Spanyol, Italia, Prancis, Jerman, Swiss, Belanda, dan Yunani, penggunaan pendingin ruangan secara terbatas telah diatur secara resmi. Di negara-negara tersebut, bahkan hotel bintang empat dan kendaraan umum seperti taksi sering mematikan pendingin udara demi efisiensi energi. Hal ini menjadi perbandingan nyata terhadap praktik di Indonesia, di mana penggunaan pendingin ruangan tetap tinggi meski dalam kondisi krisis energi.

Menteri menyampaikan bahwa meskipun kondisi di Eropa tampak lebih terkendali, bukan berarti Indonesia tidak memiliki potensi perbaikan. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dan perubahan pola konsumsi, khususnya dalam penggunaan energi. Dengan mengikuti contoh negara-negara Eropa yang menerapkan pembatasan, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi jangka panjang, sekaligus mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya