Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Timor Leste Sementara Hentikan Sekolah Akibat Kabut Asap

Pemerintah Timor Leste menghentikan sementara pembelajaran tatap muka selama tiga hari karena kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan yang memburuk di perbatasan dengan Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 09.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 108x dibuka
Timor Leste Sementara Hentikan Sekolah Akibat Kabut Asap📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Timor Leste mengambil langkah darurat dengan menunda kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama tiga hari, dimulai dari Kamis (15/10), menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dari kebakaran hutan di wilayah perbatasan dengan Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ancaman kesehatan akibat paparan asap menjadi alasan utama kebijakan tersebut, terutama bagi kalangan rentan seperti anak-anak dan tenaga pendidik.

Kondisi udara yang tercemar telah menyebabkan peningkatan kasus gangguan pernapasan, batuk, dan flu di kalangan pelajar serta staf sekolah. Beberapa sekolah telah melaporkan siswa yang mengalami gejala pernapasan setelah mengikuti aktivitas di luar ruangan, memperkuat kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan anak-anak. Upaya pencegahan ini diambil sebagai bentuk proteksi terhadap kesehatan masyarakat secara luas.

Krisis lingkungan yang melanda kawasan ini diperparah oleh fenomena El Nino yang menyebabkan musim kemarau ekstrem, menjadi yang paling buruk dalam 11 tahun terakhir. Kondisi kering ini mempercepat penyebaran api dari titik-titik kebakaran yang terus muncul di kawasan perbatasan, membuat upaya pemadaman menjadi sangat sulit. Keterbatasan akses dan sumber daya di wilayah terpencil turut menghambat respons cepat.

Langkah penutupan sementara sekolah merupakan bagian dari respons menyeluruh terhadap krisis lingkungan yang melanda wilayah tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi menjaga keselamatan dan kesehatan warga, terutama anak-anak yang paling rentan terhadap dampak asap. Kebijakan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menangani bencana asap yang bersifat transboundary.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya