Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 10 Ton Minyak Ilegal di Tulehu

TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan 10 ton minyak ilegal di Pelabuhan Tulehu, menangkap tiga pelaku dan menyita truk tangki yang digunakan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 10 Ton Minyak Ilegal di Tulehu📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Operasi penegakan hukum TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minyak ilegal sebanyak 10 kiloliter (10 ton) di Pelabuhan Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Penangkapan dilakukan dalam proses bongkar muat kapal kargo yang sebelumnya membawa semen dari Manokwari. Aktivitas penyimpanan minyak ilegal terjadi pada dini hari, sekitar pukul 01.00 WIT, setelah truk tangki membawa muatan dari lokasi tak diketahui.

Tiga orang, termasuk sopir truk dan petugas kapal, diamankan dalam operasi tersebut. Truk tangki yang digunakan untuk mengangkut minyak ilegal turut disita dan dibawa ke markas TNI AL untuk proses lebih lanjut. Penyitaan dilakukan setelah adanya indikasi pelanggaran terhadap peraturan distribusi bahan bakar yang sah, khususnya terkait keabsahan asal muatan dan dokumen pendukung.

Plt Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tulehu, Rusandi Asdi, mengungkapkan bahwa pihaknya hanya menerbitkan izin pengisian minyak berdasarkan pengajuan resmi dari agen yang menyatakan bekerja sama dengan Pertamina. Namun, ia menegaskan bahwa pihak pelabuhan tidak memiliki wewenang untuk memverifikasi asal-usul minyak atau menilai legalitasnya. “Kami hanya menangani prosedur administrasi, bukan memverifikasi kualitas atau legalitas muatan,” ujarnya.

Kapal kargo dengan nama lambung DM, yang sebelumnya mengangkut 4.300 ton semen dari Manokwari, telah berangkat dari Tulehu pada Sabtu sore, 6 Oktober. Saat ini, proses penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung untuk menelusuri jaringan distribusi dan asal muatan minyak ilegal tersebut. Sementara itu, pihak Humas TNI AL setempat belum memberikan konfirmasi resmi terkait rincian operasi dan status hukum para tersangka.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya