Transaksi Jumbo Rp1,12 Triliun Warnai Perdagangan BYAN
Saham BYAN mencatatkan transaksi crossing senilai Rp1,12 triliun di pasar negosiasi, mendominasi hampir 80% total nilai transaksi nego di BEI pada sesi I hari ini.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perdagangan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) pada sesi pertama hari ini, Rabu (14/10/2026), menunjukkan aktivitas signifikan melalui transaksi crossing yang mencapai Rp1,12 triliun. Transaksi tersebut terjadi pada harga Rp11.200 per saham, dengan volume sekitar 100 juta saham atau setara 1 juta lot, menjadi peristiwa paling mencolok di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini.
Pasar negosiasi secara keseluruhan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp1,43 triliun hingga penutupan sesi I, sehingga transaksi BYAN menyumbang hampir 78% dari total aktivitas tersebut. Ini bukan kali pertama saham emiten batu bara milik Low Tuck Kwong ini mengalami crossing pada level harga yang sama. Kemarin, Selasa (13/10/2026), tercatat transaksi nego senilai Rp5,6 miliar dengan harga yang identik, Rp11.200 per saham, melalui broker PT Maybank Sekuritas Indonesia yang muncul di kedua sisi perdagangan.
Harga crossing hari ini sedikit lebih rendah dibanding penutupan kemarin yang berada di Rp11.250 per saham, turun 0,44%, dan juga lebih rendah sekitar 1,75% dibanding harga pasar reguler. Di pasar reguler, BYAN menguat 1,33% atau naik 150 poin ke level Rp11.400 per saham, dibuka di Rp11.325, menyentuh level tertinggi Rp11.500 dan terendah Rp11.075. Namun, volume perdagangan reguler tergolong rendah, hanya 3.270 lot dengan nilai Rp3,7 miliar, jauh kalah dibanding nilai transaksi crossing.
Kondisi antrean menunjukkan tekanan jual yang lebih dominan, dengan total order jual di 10 level teratas mencapai 6.144 lot, melampaui antrean beli yang sebanyak 3.935 lot. Di sisi lain, indeks utama mengalami penguatan, dengan IHSG naik 0,82% ke level 5.974,29, didukung kenaikan indeks LQ45, IDX80, IDX30, dan IDXHIDIV20. Nilai transaksi pasar reguler dan nego secara total mencapai Rp6,10 triliun pada sesi I.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Singapura menegaskan kesiapan menghadapi pemangkasan pasokan gas dari Indonesia, dengan cadangan dan diversifikasi sumber yang memadai.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Kebijakan Pertanian Dorong Peningkatan Daya Beli Petani Lampung
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

Copshop: Dua Musuh dalam Sel yang Harus Bersatu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.15 WITA

Serangan di Gereja Karak Tewaskan Sembilan Orang, Raja Yordania Tegaskan Tindakan Tegas
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

