Transformasi Industri Teknologi, Penyerapan Tenaga Kerja Menurun
Pertumbuhan industri tak lagi otomatis menyerap tenaga kerja seperti dulu, karena pergeseran ke arah teknologi yang mengurangi ketergantungan pada tenaga manual.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.34 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 144x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan sektor industri di Tanah Air kini tidak lagi sejalan dengan peningkatan jumlah lapangan kerja seperti pada masa lalu. Perubahan mendasar terjadi akibat transformasi digital dan otomatisasi yang menggantikan pekerjaan tradisional dengan sistem berbasis teknologi. Menteri Perindustrian M. Sarmuji menegaskan bahwa meskipun industri pengolahan masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja—mencapai lebih dari 20 juta pekerja—karakteristiknya telah berubah secara signifikan.
Ia menjelaskan bahwa industri yang dulu bersifat padat karya kini lebih mengandalkan mesin dan sistem otomatis, sehingga mengurangi kebutuhan tenaga manusia secara proporsional. Hal ini menyebabkan efisiensi produksi meningkat, namun dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja menurun. “Kenaikan aktivitas ekonomi tidak lagi diikuti kenaikan jumlah pekerja dalam skala yang sama,” ujar Sarmuji dalam kunjungan ke Balai Diklat Industri Jakarta.
Angka menunjukkan perubahan nyata: dulu, pertumbuhan ekonomi 1% mampu menyerap sekitar 400.000 tenaga kerja, tetapi kini angka tersebut turun menjadi sekitar 300.000 pekerja untuk hasil yang sama. Fenomena ini menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pendekatan ketenagakerjaan. Pemerintah kini menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan vokasi yang berbasis kompetensi industri terkini.
Solusi jangka panjang yang disarankan adalah memperkuat keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan pasar global. Kerja sama lintas kementerian dimaksimalkan untuk menyelaraskan program pelatihan dengan permintaan industri dalam dan luar negeri. Salah satu strategi utama adalah memanfaatkan keunggulan tenaga kerja terampil Indonesia dengan mengekspor tenaga kerja ke negara-negara yang membutuhkan, khususnya di sektor manufaktur dan teknik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pendidikan AI untuk Kedaulatan Ekonomi di Era Digital
Integrasi pembelajaran kecerdasan buatan di perguruan tinggi menjadi kunci membangun sumber daya manusia unggul dan produktif dalam ekonomi global.
24 Oktober 2026

DTIIF 2026 Dorong Investasi Global di Sektor Teknologi Indonesia
Forum investasi teknologi global DTIIF 2026 akan digelar di Jakarta, menawarkan peluang kolaborasi di enam sektor strategis dengan fokus pada ekosistem berbasis sumber daya dan inovasi.
24 Oktober 2026

Teknologi Baru Percepat Pemulihan Terumbu Karang yang Memutih
Penelitian terbaru menemukan metode alami mempercepat pemulihan terumbu karang yang memutih melalui kontak fisik dengan individu sehat dari klon yang sama.
24 Oktober 2026

Microsoft Perkenalkan Layanan Berlangganan Waktu Bermain Xbox Cloud
Microsoft meluncurkan Xbox Cloud Playtime, layanan streaming game berbasis pembelian durasi waktu tanpa wajib langganan Game Pass, mulai November 2026.
23 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

