Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Truk Listrik dan BBM Hijau Jadi Langkah Nyata Transisi Energi

Pengujian truk listrik berbobot 100 ton di rute Tanjung Priok-Cikarang menjadi bukti konkret komitmen pemerintah mempercepat transisi energi melalui transportasi logistik ramah lingkungan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 15.33 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Truk Listrik dan BBM Hijau Jadi Langkah Nyata Transisi Energi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah kini menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan, khususnya di sektor logistik. Uji coba operasional truk listrik bermuatan 100 ton pada rute Tanjung Priok-Cikarang telah berhasil dilaksanakan sebagai bagian dari program koridor khusus truk listrik. Hasil uji coba ini menjadi indikator awal keberhasilan integrasi kendaraan ramah lingkungan dalam sistem transportasi barang skala besar.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, serta sejumlah mitra strategis seperti ViriyaENB, WRI Indonesia, dan Drive Electric Indonesia. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar menyatakan bahwa rute tersebut telah menjadi pusat kajian dan pengembangan teknologi untuk mendukung transformasi energi nasional. Proyek ini juga menjadi bagian dari inisiatif yang disosialisasikan dalam forum internasional keberlanjutan di Jakarta.

Pemerintah kini tengah mempertimbangkan skema pendanaan inovatif berupa *fleet as a service* untuk mendukung operasional truk listrik di rute Tangerang-Bandung. Namun, kendala utama yang masih menghambat ekspansi adalah ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berkapasitas tinggi. Saat ini, mayoritas SPKLU hanya mampu menyediakan daya 22 kW, yang dirancang untuk kendaraan penumpang, belum cukup memadai untuk armada logistik berukuran besar.

WRI Indonesia memperkirakan adanya penghematan subsidi solar mencapai Rp161 triliun jika seluruh kendaraan logistik beralih ke truk listrik. Analisis tersebut menyoroti tren pertumbuhan konsumsi solar yang terus meningkat, berdampak pada kenaikan impor bahan bakar. Selain itu, tantangan realibilitas kendaraan dan infrastruktur tetap menjadi sorotan utama dari pelaku industri. Untuk itu, penerapan green freight corridor dilakukan melalui lima pilar strategis: tata kelola, pengajian proyek uji coba, pembangunan infrastruktur pengisian, koordinasi lintas sektor, serta evaluasi berkelanjutan.

Tujuan utama dari program ini adalah menjadi laboratorium terbuka untuk mengidentifikasi hambatan teknis, regulasi, dan ekonomi sebelum diterapkan secara permanen. Dengan pendekatan terukur dan kolaboratif, pemerintah berharap model ini dapat menjadi acuan nasional dalam mempercepat transisi energi di sektor transportasi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya