Trump Marah ke Netanyahu Gara-Gara Wawancara dan Jadwal Pertemuan Palsu
Presiden AS Donald Trump memperuncing ketegangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akibat wawancara kritis dan laporan media yang menyebut pertemuan tak tersedia, memicu kemarahan internal Gedung Putih.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 TempoKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan ketidakpuasannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, setelah menerima laporan dari media Israel yang menyebutkan rencana kunjungan Netanyahu ke Washington pada 20 Juli. Padahal, tidak ada jadwal resmi pertemuan antara keduanya, yang memicu kekecewaan di lingkaran dalam Gedung Putih. Sumber internal mengungkapkan bahwa Trump sempat menyatakan rencana kunjungan bisa terjadi setelahnya dari KTT NATO di Ankara, tetapi keputusan itu tidak direalisasikan, sehingga dianggap sebagai upaya Netanyahu untuk mengendalikan narasi politik.
Kemarahan Trump semakin memuncak setelah Netanyahu tampil dalam wawancara di Fox News, tepat sebelum keberangkatan ke Ankara. Dalam tayangan itu, Netanyahu menyatakan kritik terhadap rencana Trump untuk menjual jet tempur F-35 ke Turki—kebijakan yang dianggap berpotensi melemahkan posisi Israel dalam koalisi keamanan regional. Pejabat Gedung Putih menyebut reaksi Trump terhadap pernyataan tersebut sangat intens, bahkan menyebutnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan strategis AS-Israel.
Hubungan antara keduanya, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat dalam koalisi sayap kanan global, telah mengalami penurunan signifikan sejak Oktober 2023. Ketegangan ini dipicu oleh ketidakpuasan Trump terhadap kebijakan Israel dalam invasi ke Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina—mayoritas di antaranya perempuan dan anak-anak—dengan dugaan pelanggaran HAM berat. Beberapa pekan sebelumnya, Trump dilaporkan memarahi Netanyahu dalam percakapan telepon dengan kata-kata kasar, termasuk pernyataan bahwa "semua orang membencimu," sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan luar negeri yang dianggap tidak efektif.
Ketegangan ini menunjukkan pergeseran dalam dinamika kekuasaan antara dua pemimpin yang sebelumnya memiliki koordinasi erat. Meski tetap menyatakan dukungan terhadap Israel secara umum, Trump kini menunjukkan ketidaknyamanan terhadap pendekatan Netanyahu yang dianggap tidak memperhitungkan konsensus internasional. Kini, kepercayaan yang dulunya menjadi fondasi hubungan bilateral mulai goyah, menandai masa transisi dalam diplomasi AS-Israel yang penuh ketidakpastian.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Tonton Videonya
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA


