Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Marah ke Netanyahu Gara-Gara Wawancara dan Jadwal Pertemuan Palsu

Presiden AS Donald Trump memperuncing ketegangan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akibat wawancara kritis dan laporan media yang menyebut pertemuan tak tersedia, memicu kemarahan internal Gedung Putih.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Trump Marah ke Netanyahu Gara-Gara Wawancara dan Jadwal Pertemuan Palsu📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan ketidakpuasannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, setelah menerima laporan dari media Israel yang menyebutkan rencana kunjungan Netanyahu ke Washington pada 20 Juli. Padahal, tidak ada jadwal resmi pertemuan antara keduanya, yang memicu kekecewaan di lingkaran dalam Gedung Putih. Sumber internal mengungkapkan bahwa Trump sempat menyatakan rencana kunjungan bisa terjadi setelahnya dari KTT NATO di Ankara, tetapi keputusan itu tidak direalisasikan, sehingga dianggap sebagai upaya Netanyahu untuk mengendalikan narasi politik.

Kemarahan Trump semakin memuncak setelah Netanyahu tampil dalam wawancara di Fox News, tepat sebelum keberangkatan ke Ankara. Dalam tayangan itu, Netanyahu menyatakan kritik terhadap rencana Trump untuk menjual jet tempur F-35 ke Turki—kebijakan yang dianggap berpotensi melemahkan posisi Israel dalam koalisi keamanan regional. Pejabat Gedung Putih menyebut reaksi Trump terhadap pernyataan tersebut sangat intens, bahkan menyebutnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan strategis AS-Israel.

Hubungan antara keduanya, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat dalam koalisi sayap kanan global, telah mengalami penurunan signifikan sejak Oktober 2023. Ketegangan ini dipicu oleh ketidakpuasan Trump terhadap kebijakan Israel dalam invasi ke Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina—mayoritas di antaranya perempuan dan anak-anak—dengan dugaan pelanggaran HAM berat. Beberapa pekan sebelumnya, Trump dilaporkan memarahi Netanyahu dalam percakapan telepon dengan kata-kata kasar, termasuk pernyataan bahwa "semua orang membencimu," sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan luar negeri yang dianggap tidak efektif.

Ketegangan ini menunjukkan pergeseran dalam dinamika kekuasaan antara dua pemimpin yang sebelumnya memiliki koordinasi erat. Meski tetap menyatakan dukungan terhadap Israel secara umum, Trump kini menunjukkan ketidaknyamanan terhadap pendekatan Netanyahu yang dianggap tidak memperhitungkan konsensus internasional. Kini, kepercayaan yang dulunya menjadi fondasi hubungan bilateral mulai goyah, menandai masa transisi dalam diplomasi AS-Israel yang penuh ketidakpastian.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya