Ulama AS Tantang Demonstran Papua soal Tembakan Warga Tak Berdosa
Shamsi Ali, ulama Indonesia di New York, menantang demonstran pro-separatis Papua yang mengibarkan bendera Bintang Kejora, menyoroti kematian warga sipil tanpa bukti konkret.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 12.08 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Setelah menyelesaikan khutbah di dekat kantor PBB, Shamsi Ali, imam dan direktur Jamaica Muslim Center di Queens, New York, berhadapan langsung dengan sekelompok demonstran yang memprotes kebijakan pemerintah Indonesia terkait Papua. Dalam interaksi yang direkam dan dibagikan melalui media sosial, ulama tersebut menyoroti kasus kematian warga sipil di wilayah Papua Barat, khususnya insiden yang menewaskan sopir travel Aris Sanda pada 15 September lalu.
Demonstran yang mengibarkan bendera Bintang Kejora dan memegang spanduk mengecam Presiden Prabowo Subianto menolak mendiskusikan dugaan keterlibatan warga sipil dengan TNI. Ali menanggapi dengan tegas, menanyakan bukti nyata atas tuduhan bahwa seluruh warga Indonesia secara aktif bekerja sama dengan militer. “Saya tanya bukti. Jawabannya hanya ‘tonton YouTube’,” ujarnya menirukan respons demonstran, yang menurutnya tidak cukup sebagai dasar argumen.
Kasus Aris Sanda menjadi fokus kritik Ali. Warga asal Toraja, Sulawesi Selatan, yang tewas ditembak oleh kelompok bersenjata saat mengantar penumpang di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Menurut keterangan resmi dari Kepala Penerangan Koops TNI Habema, rombongan kendaraan lajuran dihentikan paksa oleh sekelompok orang bersenjata sebelum terjadi penembakan. Tidak ada indikasi bahwa korban terlibat dalam operasi militer atau koordinasi dengan TNI.
Ali menyatakan kekecewaan atas kekerasan yang dilakukan terhadap warga tak bersalah, menilai tindakan tersebut jauh melebihi batas kemanusiaan. “Mereka kejam dan lebih jahat dari binatang,” tandasnya, menekankan pentingnya membedakan antara perlawanan politik dan kekejaman terhadap warga sipil. Ia menyerukan dialog yang berbasis fakta, bukan narasi yang mengaburkan tanggung jawab.
Pertemuan singkat ini menunjukkan upaya diplomasi lewat narasi keagamaan dan moral, di mana tokoh Muslim Indonesia di luar negeri turut mengambil posisi dalam isu kemanusiaan di Papua. Dengan menekankan kebenaran fakta dan keadilan, Ali menegaskan bahwa perlawanan tidak boleh mengorbankan jiwa yang tidak terlibat dalam konflik.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Eks Biarawati Divonis 20 Tahun Penjara atas Pelecehan Anak Difabel
Pengadilan Mendoza menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara kepada mantan biarawati Kumiko Kosaka atas pelecehan seksual terhadap anak-anak tunarungu di lembaga keagamaan, setelah putusan bebas sebelumnya dibatalkan.
27 September 2026

Penertiban Massal di Hutan Konservasi Bukit Soeharto Dilakukan
Tim gabungan Otorita IKN dan penegak hukum lakukan penertiban bangunan liar di kawasan hutan konservasi Bukit Soeharto, menindak pendudukan ilegal dan pembukaan lahan secara massal.
27 September 2026

SIM Keliling Beroperasi di Dua Lokasi Akhir Pekan
Layanan perpanjangan SIM Keliling dibuka di Jakarta Timur dan Jakarta Barat pada hari Minggu, menyediakan akses mudah bagi warga yang ingin memperbarui dokumen berkendara secara langsung.
27 September 2026

Kejagung Lelang Batu Bara Hasil Penyimpangan, Raup Rp179 Miliar
Lelang batu bara hasil sitaan kasus korupsi di Kalimantan Tengah berhasil meraih nilai Rp179 miliar dari total 436 ribu ton yang dilelang.
27 September 2026
Berita Lainnya

PRI Buton Selatan Dibawah Arfandi Siap Rebut Kursi Pemilu 2029
Minggu, 27 September 2026, 12.54 WITA

Suami Dicopot, Istri Pilih Jualan Nasi Bungkus untuk Bantu Mahasiswa
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

74 Juta Warga Usia 17 Tahun Belum Punya Rekening Bank
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

Bayan Hentikan Force Majeure Usai RKAB 2026 Disetujui ESDM
Minggu, 27 September 2026, 12.25 WITA

JL van der Velde, Otak di Balik Tether dan Kekayaan Rp680 Triliun
Minggu, 27 September 2026, 12.22 WITA

Ed Sheeran Kehilangan Lebih dari 439 Ribu Pengikut Imbas Kontroversi Macklemore
Minggu, 27 September 2026, 12.21 WITA

Pestapora 2026 Tutup dengan Kolaborasi Spektakuler
Minggu, 27 September 2026, 12.16 WITA

300 Anak Prasejahtera Menyaksikan Laga FIFA ASEAN Cup di Bandung
Minggu, 27 September 2026, 12.13 WITA

