Umur Baterai Mobil Listrik Capai 10 Tahun, Tapi Masih Ada Tantangan
Studi menunjukkan baterai mobil listrik mampu bertahan hingga 10 tahun, namun kinerja jangka panjang dan biaya penggantian tetap menjadi isu utama.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Penelitian terbaru mengungkap bahwa masa pakai baterai kendaraan listrik rata-rata mencapai rentang 10 hingga 20 tahun, sesuai dengan klaim produsen seperti Tesla dan Nissan. Meski demikian, performa jangka panjang tetap menjadi sorotan, terutama dalam konteks degradasi kapasitas dan biaya perawatan yang belum sepenuhnya teratasi. Perbandingan dengan mobil berbahan bakar fosil menunjukkan angka yang signifikan: mesin konvensional biasanya mampu menempuh jarak hingga 320.000 kilometer sebelum mengalami kerusakan parah, menandakan perbedaan krusial dalam durabilitas antar teknologi.
Analisis yang melibatkan lebih dari 29 juta kendaraan di Inggris dari 2005 hingga 2022 menyoroti tren optimisme produsen terhadap daya tahan baterai. Sejumlah merek telah menyatakan bahwa baterai kendaraan listrik mereka tetap berfungsi secara efektif bahkan setelah puluhan ribu kilometer, dengan garansi yang menjangkau minimal delapan tahun atau 160.000 km. Ini memberikan jaminan awal bagi konsumen, meski belum sepenuhnya menyelesaikan kekhawatiran terkait penggantian di masa depan.
Data dari Geotab yang mengamati 5.000 kendaraan listrik menunjukkan penurunan tingkat degradasi kapasitas baterai dari 2,3% per tahun pada 2019 menjadi 1,8% pada 2024. Temuan ini mencerminkan perkembangan teknologi yang terus meningkat, dengan peningkatan signifikan dalam efisiensi dan daya tahan baterai. Namun, meskipun tren ini positif, tantangan tetap ada, terutama dalam hal ketersediaan suku cadang dan biaya penggantian yang tinggi jika baterai mengalami penurunan kinerja melebihi batas toleransi.
Kendati demikian, progres yang dicatat menunjukkan bahwa industri otomotif sedang bergerak menuju solusi yang lebih berkelanjutan. Dengan inovasi teknologi yang terus berkembang, diharapkan masa pakai baterai dapat diperpanjang lebih jauh, sekaligus menekan biaya operasional secara signifikan. Tujuan utama tetap pada pencapaian keberlanjutan jangka panjang tanpa mengorbankan kualitas dan keandalan kendaraan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ford: AS Harus Waspada Terhadap Dominasi Mobil China
CEO Ford, Jim Farley, memperingatkan AS untuk tidak mengulangi kesalahan Eropa dalam membuka pasar bagi produsen mobil China tanpa proteksi.
4 Oktober 2026

Mobil Listrik Bisa Naik Kapal Penyeberangan dengan Aturan Ketat
Kemenhub atur tata letak dan syarat khusus mobil listrik saat menyeberang, termasuk pengurangan kapasitas baterai dan penempatan di area khusus untuk antisipasi kebakaran.
3 Oktober 2026

RUU Larangan Mobil China Ancam Perdagangan Mercedes di AS
Rancangan undang-undang AS yang melarang kendaraan dengan keterlibatan China lebih dari 15 persen berpotensi mengusir Mercedes-Benz dari pasar Amerika, meski pengusung menegaskan merek Jerman tidak akan diblokir secara langsung.
3 Oktober 2026

VinFast Perkuat Kemandirian Industri Kendaraan Listrik di Indonesia
VinFast menargetkan kandungan lokal mencapai 80 persen pada 2030 melalui pabrik di Subang yang akan mendorong pertumbuhan ekosistem industri dalam negeri.
2 Oktober 2026
Berita Lainnya

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru, Perkuat Kabinet Ekonomi
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Prabowo Lantik Saleh Mustafa Jadi Wamentan, Isi Posisi Kosong Sejak Sudaryono Pindah
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Aryanto Wibowo Dilantik Jadi Wakil Kepala BPKP
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Pelantikan Dua Wamenkeu Baru Perkuat Kebijakan Fiskal
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Saleh Mustafa Dilantik Jadi Wamentan dalam Reshuffle Kabinet
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Dradjad Wibowo Resmi Jabat Wamenko Perekonomian
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Irwan Meilano Jabat Wamen KKP, Dari Akademisi ITB ke Kabinet Prabowo
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.52 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS pada Akhir Perdagangan Kamis
Minggu, 4 Oktober 2026, 17.51 WITA

