Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Undana Perkuat Pemulihan Anak Korban Gempa Lewat Trauma Healing

Universitas Nusa Cendana fokus pada pemulihan psikologis anak-anak korban gempa Flores melalui program trauma healing dan dukungan pendidikan darurat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Undana Perkuat Pemulihan Anak Korban Gempa Lewat Trauma Healing📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menempatkan pemulihan psikologis anak-anak sebagai prioritas utama dalam upaya pemulihan pasca-gempa bumi di Flores. Rektor Undana, Prof Jefri S. Bale, menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya terbatas pada kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak mendalam pada kesehatan mental, terutama bagi anak-anak yang kehilangan anggota keluarga, rumah, dan kebiasaan belajar sehari-hari.

Untuk menangani hal ini, Undana mengerahkan dua kloter tim relawan yang terdiri dari mahasiswa, tenaga kesehatan, Tim Bantuan Medis Komodo, serta dosen pendamping dari program KKN Berdampak Tematik Penanggulangan Bencana. Tim tersebut melakukan pendampingan langsung di wilayah terdampak, sekaligus menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan medis sesuai kebutuhan lapangan.

Program trauma healing dilakukan secara intensif sebagai bagian dari proses pemulihan jangka panjang. Rektor menekankan bahwa pendampingan psikologis ini menjadi elemen krusial, terutama dalam membantu anak-anak mengatasi trauma akibat kejadian traumatis. Selain itu, Undana juga menyiapkan alternatif tempat belajar darurat, seperti tenda atau bangunan sementara, jika sekolah rusak parah dan tidak layak digunakan.

Perguruan tinggi tersebut menegaskan kembali komitmen moral dalam membantu masyarakat pasca-bencana, bahkan setelah masa tanggap darurat berakhir. Sejak hari pertama gempa, Undana telah membuka posko donasi yang juga berfungsi sebagai koordinasi bagi institusi pendidikan tinggi lain di Indonesia. Dukungan terus disesuaikan dengan dinamika kebutuhan masyarakat, dengan pemulihan psikologis dan pendidikan sebagai dua pilar utama dalam proses pemulihan pascagempa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya