Rupiah Terkendala Tekanan Global Meski Awal Pelemahan Dibalik
Nilai tukar rupiah kembali melemah ke Rp17.585 per dolar AS, dipengaruhi gejolak Timur Tengah dan kenaikan indeks dolar AS, meski sempat mendekati Rp17.400.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan pada pekan lalu, bergerak ke level Rp17.585 per dolar AS pada Jumat (11/9/2026), menunjukkan depresiasi sebesar 0,31% dibandingkan penutupan sebelumnya. Meski sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp17.400-an, pergerakan positif tersebut terhambat oleh perburukan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi pemicu utama pelemahan mata uang nasional dalam dua hari terakhir.
Dalam rapat kerja dengan DPD RI, Destry menyampaikan bahwa meski terjadi tekanan, rupiah masih berada dalam rentang yang diperkirakan oleh BI, yakni antara Rp17.300 hingga Rp17.800 per dolar AS untuk tahun ini dan tahun depan. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut masih dalam kendali, meskipun fluktuasi eksternal tetap menjadi faktor krusial. Penguatan awal pekan ini, yang membuka di level Rp17.560/US$, menjadi indikasi kembali kestabilan sementara, namun belum mampu mengatasi dampak sentimen global.
Pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang menguat 0,05% menjadi 99,176 pada pagi hari juga turut memperkuat tekanan terhadap rupiah. Peningkatan nilai dolar global mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset aman, yang mengurangi minat terhadap mata uang emerging market seperti rupiah. Faktor ini diperparah oleh serangan baru terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal di Teluk, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dunia.
Kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur maritim dan kenaikan harga minyak turut memperkuat kecenderungan penurunan nilai tukar rupiah. Meski BI menegaskan proyeksi nilai tukar tetap stabil dalam kisaran yang telah ditetapkan, pergerakan harian diprediksi tetap rentan terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah dan fluktuasi harga komoditas global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Asing Jual Bersih Rp664 Miliar, Tekanan Jatuhkan IHSG
Investor asing mencatat aksi jual bersih Rp664,34 miliar pada sesi I perdagangan, didorong pelemahan saham emiten tambang dan tekanan geopolitik global.
14 September 2026

Purbaya Dorong Optimalisasi Dana Daerah, Jangan Hanya Simpan di Bank
Menteri Keuangan meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan dana, bukan hanya menaruhnya di bank, demi pertumbuhan ekonomi yang lebih efektif.
14 September 2026

Menteri Keuangan Bantah Isu Pengalihan Payroll dari BPD ke Himbara
Menteri Keuangan menegaskan tidak ada kebijakan pengalihan penggajian ASN dari BPD ke Himbara, menanggapi teguran Mendagri akibat isu yang menyebar tanpa dasar.
14 September 2026

Penguatan Ekosistem Otomotif Indonesia di Tengah Tantangan Global
Forum diskusi bersama pelaku industri dan pemerintah membahas strategi memperkuat sektor otomotif nasional, khususnya kendaraan listrik dan ketahanan rantai pasok di tengah disrupsi global.
14 September 2026
Berita Lainnya

Hak Penumpang Saat Penerbangan Dibatalkan atau Terlambat
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

BAIC Perluas Jaringan Dealer di Jakarta dan Wilayah Lain
Senin, 14 September 2026, 15.46 WITA

Sistem Ganjil-Genap BBM Subsidi Diberlakukan di Sulsel
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Penjualan Motor Nasional Turun Agustus, Industri Tetap Optimistis
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Motor dengan Tangki BBM Besar untuk Perjalanan Jauh
Senin, 14 September 2026, 15.45 WITA

Platform Digital yang Melanggar PP Tunas Siap Denda hingga Diblokir
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

7.000 Kawasan Kumuh Masih Jadi Tantangan, AHY Soroti Penanganan Bertahap
Senin, 14 September 2026, 15.37 WITA

Cadangan Devisa RI Siap Tembus Rp147,5 Triliun
Senin, 14 September 2026, 15.36 WITA


