Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Rupiah Terkendala Tekanan Global Meski Awal Pelemahan Dibalik

Nilai tukar rupiah kembali melemah ke Rp17.585 per dolar AS, dipengaruhi gejolak Timur Tengah dan kenaikan indeks dolar AS, meski sempat mendekati Rp17.400.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Rupiah Terkendala Tekanan Global Meski Awal Pelemahan Dibalik📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Nilai tukar rupiah mengalami tekanan pada pekan lalu, bergerak ke level Rp17.585 per dolar AS pada Jumat (11/9/2026), menunjukkan depresiasi sebesar 0,31% dibandingkan penutupan sebelumnya. Meski sebelumnya sempat menyentuh kisaran Rp17.400-an, pergerakan positif tersebut terhambat oleh perburukan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi pemicu utama pelemahan mata uang nasional dalam dua hari terakhir.

Dalam rapat kerja dengan DPD RI, Destry menyampaikan bahwa meski terjadi tekanan, rupiah masih berada dalam rentang yang diperkirakan oleh BI, yakni antara Rp17.300 hingga Rp17.800 per dolar AS untuk tahun ini dan tahun depan. Ia menekankan bahwa kondisi tersebut masih dalam kendali, meskipun fluktuasi eksternal tetap menjadi faktor krusial. Penguatan awal pekan ini, yang membuka di level Rp17.560/US$, menjadi indikasi kembali kestabilan sementara, namun belum mampu mengatasi dampak sentimen global.

Pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang menguat 0,05% menjadi 99,176 pada pagi hari juga turut memperkuat tekanan terhadap rupiah. Peningkatan nilai dolar global mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset aman, yang mengurangi minat terhadap mata uang emerging market seperti rupiah. Faktor ini diperparah oleh serangan baru terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal di Teluk, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak dunia.

Kekhawatiran pasar terhadap gangguan jalur maritim dan kenaikan harga minyak turut memperkuat kecenderungan penurunan nilai tukar rupiah. Meski BI menegaskan proyeksi nilai tukar tetap stabil dalam kisaran yang telah ditetapkan, pergerakan harian diprediksi tetap rentan terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah dan fluktuasi harga komoditas global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya