IHSG Melemah, Investor Asing Jual Bersih Rp1,4 Triliun
Indeks saham domestik turun 0,73% ke level 6.541, sementara asing catatkan net sell Rp1,4 triliun, meski sejumlah emiten seperti TINS dan RUIS tunjukkan ekspansi strategis.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 0,73% pada level 6.541,38 pada perdagangan Jumat (11/9/2026), menunjukkan tekanan dari aktivitas penjualan asing yang dominan. Sejumlah emiten mencatat kenaikan signifikan, seperti SRAJ yang melonjak 20%, CASA naik 10,83%, dan AMMN menguat 1,04%. Namun, sektor yang menunjukkan koreksi paling dalam adalah BYAN turun 5,73%, disusul BBCA dan BBRI yang masing-masing terkoreksi 1,56% dan 1,51%. Tekanan jual asing tercatat sebesar Rp732,81 miliar di pasar reguler dan mencapai Rp690,19 miliar jika melibatkan seluruh pasar, menunjukkan kecenderungan net sell yang kuat.
Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor mengalami penurunan, dengan Consumer Non-Cyclicals menjadi yang paling terdampak, turun 1,25%. Satu-satunya sektor yang menguat adalah Healthcare, naik 3,91%, menunjukkan ketahanan di sektor kesehatan meski pasar secara keseluruhan melemah. Di pasar global, bursa Amerika Serikat bergerak positif, dengan Dow Jones naik 0,98%, S&P 500 menguat 0,86%, dan Nasdaq melonjak 0,96%. Namun, ETF offshore seperti EIDO dan MSCI Indonesia mengalami koreksi masing-masing 2,13% dan 1,29%, mencerminkan tekanan eksternal yang turut berdampak pada pasar lokal.
Pertumbuhan ekspor PT Timah Tbk (TINS) terus menunjukkan momentum positif, terutama dari pasar India yang kini menyumbang 12% dari total penjualan, meningkat dari 5% sebelumnya. Perseroan juga memperluas jangkauan ke Vietnam, Filipina, Inggris, serta menyiapkan ekspansi ke Timur Tengah mulai 2027. Untuk mendukung target produksi 30.000 ton dan penjualan 29.000 ton pada 2026, TINS menambah empat kapal produksi dan memperkuat izin usaha pertambangan. Revisi RKAP 2026 telah diajukan dengan target keuangan yang lebih tinggi, sementara pada 2027 fokus akan dialihkan ke eksplorasi cadangan baru dan pengembangan logam tanah jarang.
Di sisi lain, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mempercepat diversifikasi bisnis dengan memperbesar porsi energi baru terbarukan (EBT) dan geothermal, yang kini menyumbang 5% dari portofolio dan ditargetkan mencapai 7–8% pada 2027. Perusahaan juga memperluas ke sektor petrokimia, power & electricity, serta industri pendukung lainnya, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 13 MW hingga 2026. Sepanjang semester I 2026, RUIS mencatatkan 305 kontrak baru senilai Rp1,28 triliun, dengan total kontrak aktif melebihi Rp5 triliun.
PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) mengumumkan rencana rights issue dengan rasio 100:15, yang berpotensi menerbitkan hingga 285,73 juta saham baru atau setara 13,04% dari modal ditempatkan. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp8.880 per saham, dengan potensi pendanaan hingga Rp2,54 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk setoran modal ke PT Nextier GenAi Center (Rp1 triliun), PT Nextier Askara Center (Rp600 miliar), serta pengambilalihan piutang PT Nextier Datamate Center (NDC) senilai Rp668,61 miliar. Sisa dana digunakan untuk modal kerja. Pemegang saham utama NDC, yang memiliki 65,10% saham, akan mengeksekusi seluruh haknya sebesar 186 juta HMETD senilai Rp1,65 triliun. Periode perdagangan HMETD dijadwalkan 5–18 November 2026, dengan cum-right pada 30 Oktober dan recording date 3 November.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Tak Boleh Dipotong, Warga Diminta Laporkan Pelanggaran
Badan Pangan Nasional tegaskan bantuan pangan beras 2026 harus diterima utuh tanpa potongan, sekaligus buka saluran pengaduan untuk laporan penyimpangan.
14 September 2026

Asing Borong Saham Ini Meski IHSG Melemah
Investor asing melakukan aksi beli bersih pada 10 saham unggulan meski terjadi penurunan IHSG sebesar 1,66% dan catatkan net sell Rp3,36 triliun selama pekan 7–11 September 2026.
14 September 2026

Purbaya Dorong LPEI Dorong Kredit Murah untuk Industri Ekspor Tertekan
Menteri Keuangan meminta LPEI memperluas akses pembiayaan murah bagi sektor tekstil, alas kaki, furnitur, dan baja yang terdampak persaingan global.
14 September 2026

David Fernando Audy Kini Pimpin Komisaris DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk resmi menunjuk David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris, menggantikan Franky Oesman Widjaja, setelah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA


