Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Melemah, Investor Asing Jual Bersih Rp1,4 Triliun

Indeks saham domestik turun 0,73% ke level 6.541, sementara asing catatkan net sell Rp1,4 triliun, meski sejumlah emiten seperti TINS dan RUIS tunjukkan ekspansi strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Bersih Rp1,4 Triliun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 0,73% pada level 6.541,38 pada perdagangan Jumat (11/9/2026), menunjukkan tekanan dari aktivitas penjualan asing yang dominan. Sejumlah emiten mencatat kenaikan signifikan, seperti SRAJ yang melonjak 20%, CASA naik 10,83%, dan AMMN menguat 1,04%. Namun, sektor yang menunjukkan koreksi paling dalam adalah BYAN turun 5,73%, disusul BBCA dan BBRI yang masing-masing terkoreksi 1,56% dan 1,51%. Tekanan jual asing tercatat sebesar Rp732,81 miliar di pasar reguler dan mencapai Rp690,19 miliar jika melibatkan seluruh pasar, menunjukkan kecenderungan net sell yang kuat.

Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor mengalami penurunan, dengan Consumer Non-Cyclicals menjadi yang paling terdampak, turun 1,25%. Satu-satunya sektor yang menguat adalah Healthcare, naik 3,91%, menunjukkan ketahanan di sektor kesehatan meski pasar secara keseluruhan melemah. Di pasar global, bursa Amerika Serikat bergerak positif, dengan Dow Jones naik 0,98%, S&P 500 menguat 0,86%, dan Nasdaq melonjak 0,96%. Namun, ETF offshore seperti EIDO dan MSCI Indonesia mengalami koreksi masing-masing 2,13% dan 1,29%, mencerminkan tekanan eksternal yang turut berdampak pada pasar lokal.

Pertumbuhan ekspor PT Timah Tbk (TINS) terus menunjukkan momentum positif, terutama dari pasar India yang kini menyumbang 12% dari total penjualan, meningkat dari 5% sebelumnya. Perseroan juga memperluas jangkauan ke Vietnam, Filipina, Inggris, serta menyiapkan ekspansi ke Timur Tengah mulai 2027. Untuk mendukung target produksi 30.000 ton dan penjualan 29.000 ton pada 2026, TINS menambah empat kapal produksi dan memperkuat izin usaha pertambangan. Revisi RKAP 2026 telah diajukan dengan target keuangan yang lebih tinggi, sementara pada 2027 fokus akan dialihkan ke eksplorasi cadangan baru dan pengembangan logam tanah jarang.

Di sisi lain, PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) mempercepat diversifikasi bisnis dengan memperbesar porsi energi baru terbarukan (EBT) dan geothermal, yang kini menyumbang 5% dari portofolio dan ditargetkan mencapai 7–8% pada 2027. Perusahaan juga memperluas ke sektor petrokimia, power & electricity, serta industri pendukung lainnya, termasuk proyek pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 13 MW hingga 2026. Sepanjang semester I 2026, RUIS mencatatkan 305 kontrak baru senilai Rp1,28 triliun, dengan total kontrak aktif melebihi Rp5 triliun.

PT Nexai Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) mengumumkan rencana rights issue dengan rasio 100:15, yang berpotensi menerbitkan hingga 285,73 juta saham baru atau setara 13,04% dari modal ditempatkan. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp8.880 per saham, dengan potensi pendanaan hingga Rp2,54 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk setoran modal ke PT Nextier GenAi Center (Rp1 triliun), PT Nextier Askara Center (Rp600 miliar), serta pengambilalihan piutang PT Nextier Datamate Center (NDC) senilai Rp668,61 miliar. Sisa dana digunakan untuk modal kerja. Pemegang saham utama NDC, yang memiliki 65,10% saham, akan mengeksekusi seluruh haknya sebesar 186 juta HMETD senilai Rp1,65 triliun. Periode perdagangan HMETD dijadwalkan 5–18 November 2026, dengan cum-right pada 30 Oktober dan recording date 3 November.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya