Pemerintah Lelang 9 Seri SUN untuk Penuhi Pembiayaan APBN 2026
Pemerintah akan melaksanakan lelang 9 seri Surat Utang Negara senilai Rp32 triliun guna menopang pembiayaan APBN 2026, dengan penawaran dibuka mulai 15 September 2026.
Redaksi iNarasikita·Senin, 14 September 2026, 11.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah akan melangsungkan pelelangan Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang rupiah pada Selasa, 15 September 2026, melalui sistem yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang ini mencakup sembilan seri surat utang, termasuk tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri Obligasi Negara (ON), dengan target indikatif pembiayaan sebesar Rp32 triliun. Target maksimal yang dapat dicapai adalah 150% dari angka tersebut, menunjukkan fleksibilitas dalam pengelolaan dana.
Seri SPN yang dilelang memiliki tenor pendek dengan mekanisme diskonto, sementara enam seri ON menawarkan kupon mulai dari 6,87% hingga 7,25%, tergantung seri. Penawaran akan dilakukan melalui metode harga beragam (multiple price) dalam sistem pelelangan terbuka. Investor yang menawarkan harga kompetitif akan dikenakan yield sesuai penawaran, sedangkan peserta non-kompetitif akan membayar berdasarkan yield rata-rata tertimbang dari penawaran kompetitif yang menang.
Proses lelang akan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, dengan penyelesaian setelmen dijadwalkan pada 17 September 2026. Setiap unit SUN memiliki nilai nominal Rp1 juta. Semua pihak, baik individu maupun institusi, diperbolehkan berpartisipasi, namun penawaran harus dilakukan melalui peserta lelang yang telah ditetapkan, sesuai peraturan perundang-undangan terkait.
Daftar peserta lelang mencakup sejumlah bank utama nasional dan internasional, lembaga penjamin simpanan, serta Bank Indonesia sebagai lembaga penyelenggara. Pemerintah tetap mempertahankan hak untuk menyesuaikan jumlah penjualan SUN sesuai kebutuhan, meskipun tetap berpedoman pada target indikatif yang telah ditetapkan. Tujuan utama lelang ini adalah mendukung ketersediaan dana untuk memenuhi pembiayaan APBN 2026 secara efisien dan transparan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Bantuan Beras Tak Boleh Dipotong, Warga Diminta Laporkan Pelanggaran
Badan Pangan Nasional tegaskan bantuan pangan beras 2026 harus diterima utuh tanpa potongan, sekaligus buka saluran pengaduan untuk laporan penyimpangan.
14 September 2026

Asing Borong Saham Ini Meski IHSG Melemah
Investor asing melakukan aksi beli bersih pada 10 saham unggulan meski terjadi penurunan IHSG sebesar 1,66% dan catatkan net sell Rp3,36 triliun selama pekan 7–11 September 2026.
14 September 2026

Purbaya Dorong LPEI Dorong Kredit Murah untuk Industri Ekspor Tertekan
Menteri Keuangan meminta LPEI memperluas akses pembiayaan murah bagi sektor tekstil, alas kaki, furnitur, dan baja yang terdampak persaingan global.
14 September 2026

David Fernando Audy Kini Pimpin Komisaris DSSA
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk resmi menunjuk David Fernando Audy sebagai Presiden Komisaris, menggantikan Franky Oesman Widjaja, setelah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB.
14 September 2026
Berita Lainnya

Waspada Modus Penipuan Liburan Berbasis AI
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

Batas Aman Konsumsi Gula Harian Sesuai Aturan Kemenkes
Senin, 14 September 2026, 11.48 WITA

31 Produk Herbal dan Suplemen Ilegal Berbahaya Ditemukan BPOM
Senin, 14 September 2026, 11.47 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur, Ketersediaan di Indonesia Belum Dipastikan
Senin, 14 September 2026, 11.44 WITA

Malware Asal Indonesia Ancam Privasi Pengguna Android
Senin, 14 September 2026, 11.38 WITA

Dirut Konsultan Tambang Diserahkan ke Kejaksaan atas Dugaan Penggelapan Pajak Rp3,3 Miliar
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Penembakan Jelang Pemilu Bangsamoro Tewaskan Tiga Orang
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA

Revisi UU HKPD Jadi Prioritas, DPR Evaluasi Batasan Belanja Pegawai
Senin, 14 September 2026, 11.37 WITA


