Unjuk Rasa di Tirana Memanas, Polisi Gunakan Peluru Karet
Kekerasan memuncak dalam aksi demonstrasi anti-pemerintah di Tirana, Albania, setelah polisi menembakkan peluru karet dan menangkap ratusan massa yang menuntut mundurnya Perdana Menteri Edi Rama.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 09.30 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 127x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Aksi protes di ibu kota Albania, Tirana, berubah menjadi bentrokan sengit pada hari kelima, dengan aparat keamanan menghadapi massa yang menyerbu barisan pengamanan. Pengunjuk rasa, sebagian besar pelajar dan mahasiswa, menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Edi Rama yang memimpin Partai Sosialis sejak 2013. Aksi yang awalnya damai kini meluas dengan penggunaan batu, bom molotov, dan kembang api yang dilemparkan ke arah kantor pemerintah dan lokasi strategis di pusat kota.
Respons polisi berupa tembakan gas air mata, meriam air, dan penggunaan tongkat memperburuk ketegangan. Kepolisian Nasional Albania mengonfirmasi penggunaan peluru karet untuk pertama kalinya sejak aksi dimulai, yang disebut dilakukan secara terbatas oleh Kepala Kepolisian Skender Hita dalam konferensi pers. Tindakan tersebut memicu kekhawatiran atas eskalasi kekerasan dan penyalahgunaan kekuasaan, terutama menyusul laporan 9 demonstran dan 4 petugas yang mengalami luka serius dan harus dirawat.
Sejauh ini, 167 orang telah ditangkap selama lima hari aksi, sementara 132 anggota polisi mengalami cedera. Tujuh petugas lainnya dinonaktifkan sementara untuk menjalani penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan wewenang. Kementerian Kesehatan melaporkan jumlah korban luka meningkat secara signifikan, menandai tingkat kekerasan yang tak pernah terjadi sebelumnya dalam gelombang protes ini.
Perdana Menteri Edi Rama, yang kini menjabat untuk periode keempat, mengunjungi area yang rusak akibat kerusuhan. Ia menegaskan tetap membuka ruang dialog dan berkomitmen melindungi hak berpendapat, termasuk bagi kalangan pelajar. Namun, Rama menolak mundur dan menyalahkan pihak oposisi konservatif sebagai pemicu kekacauan. Ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan memperingatkan akan tindakan tegas terhadap perusakan properti.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

