Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Vance Sebut Epstein Dekat dengan Intelijen Israel dan AS

Wapres AS JD Vance mengungkap keterkaitan Jeffrey Epstein dengan elemen intelijen tingkat tinggi di Israel dan Amerika, termasuk kubu kiri-tengah Israel, serta mengakui kesalahan komunikasi pemerintahan Trump dalam rilis dokumen kasus.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Vance Sebut Epstein Dekat dengan Intelijen Israel dan AS📷 Tempo

Kendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa mendiang Jeffrey Epstein memiliki kaitan erat dengan struktur intelijen tingkat tinggi di Amerika Serikat maupun Israel. Pernyataan itu disampaikannya dalam sesi wawancara publik pada 15 Juli 2026, menanggapi spekulasi yang berkembang mengenai peran Mossad atau instansi intelijen lain dalam jaringan Epstein. Vance menegaskan bahwa Epstein bukan hanya berhubungan dengan lembaga intelijen AS seperti CIA, tetapi juga dengan kelompok dalam sistem deep state di Israel.

Menurut Vance, Epstein lebih dekat dengan kelompok politik kiri-tengah di Israel dibandingkan kubu kanan-tengah, meskipun hubungannya di AS melibatkan berbagai pihak dari kedua partai besar. Ia menekankan bahwa Epstein memiliki akses ke kalangan elite politik dan ekonomi, termasuk tokoh dari Partai Republik dan Demokrat, yang menunjukkan jaringan yang sangat luas dan kompleks.

Vance juga mengakui bahwa penanganan dokumen Epstein oleh pemerintahan Trump dinilai tidak optimal. Ia menyatakan secara terbuka bahwa pihaknya melakukan kesalahan dalam komunikasi terkait rilis berkas, yang menyebabkan kebingungan publik. Menurutnya, seharusnya semua dokumen yang relevan dirilis sejak awal, meskipun proses penyaringan untuk melindungi korban tetap diperlukan.

Pada Januari 2026, Departemen Kehakiman AS telah merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar berdasarkan undang-undang yang disahkan pada November 2025. Dokumen-dokumen ini menjadi sorotan karena menunjukkan keterlibatan Epstein dalam jaringan perdagangan seks yang melibatkan tokoh-tokoh berpengaruh. Epstein meninggal di sel tahanan New York pada 2019, saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks, setelah sebelumnya divonis di Florida atas tindak pidana pekerjaan anak di bawah umur pada 2008.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya