Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Venezuela Perpanjang Kerja Sama Minyak dengan AS Selama 25 Tahun

Venezuela dan Amerika Serikat sepakati kerja sama minyak jangka panjang selama 25 tahun dengan target produksi harian di atas 1,5 juta barel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
Venezuela Perpanjang Kerja Sama Minyak dengan AS Selama 25 Tahun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Venezuela resmi menandatangani kesepakatan strategis dengan Amerika Serikat yang berlaku selama dua dasawarsa lima tahun, menandai langkah besar dalam pemulihan sektor energi nasional. Dalam pernyataan resmi, Presiden interim Delcy Rodriguez menyebut perjanjian ini sebagai tonggak sejarah bagi ekonomi negara yang telah terpuruk akibat sanksi internasional dan krisis energi. Fokus utama kerja sama adalah pengembangan delapan ladang minyak di Sabuk Minyak Orinoco, wilayah berpotensi besar yang mencakup lebih dari 55 ribu kilometer persegi di timur dan timur-tengah negara.

Dengan asumsi harga minyak sebesar 65 dolar AS per barel, proyek ini diproyeksikan menghasilkan pendapatan negara mencapai 209,335 miliar dolar AS selama periode berlaku. Sebanyak 19 dolar AS dari setiap barel yang diproduksi dan diekspor akan langsung masuk ke kas negara, sementara pemerintah menetapkan royalti minimal 16 persen dan pajak penghasilan sebesar 34 persen sebagai bagian dari kerangka regulasi. Tujuan utamanya adalah mempercepat pemulihan ekonomi melalui pendapatan sektor energi yang stabil dan terukur.

Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa kesepakatan ini tidak mengorbankan kedaulatan atas sumber daya alam. Rodriguez menegaskan bahwa kepemilikan atas cadangan minyak tetap berada di tangan negara, sementara AS akan menyediakan modal, teknologi, dan kapasitas operasional untuk mempercepat produksi. Investasi dari sektor swasta global juga diproyeksikan mencapai hampir 100 miliar dolar AS, dengan rencana memperluas kemitraan ke perusahaan energi besar seperti Chevron, Repsol, Eni, Shell, dan BP.

Pihak AS menyambut perjanjian ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat keamanan energi global. Presiden AS Donald Trump menyebutnya sebagai "kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia", sementara Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyebutnya sebagai kemenangan bersama yang akan menekan harga bensin jangka panjang serta mendorong kemakmuran di kedua negara. Pemerintah Venezuela juga berkomitmen untuk menjaga transparansi dalam pelaporan investasi, produksi, penerimaan negara, dan kewajiban operator.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya