Wapres Bolivia Minta Perlindungan Internasional Akibat Ancaman Penangkapan
Wakil Presiden Bolivia Edmand Lara mengungkap ancaman terhadap nyawanya dan keluarganya, serta kekhawatiran adanya rekayasa bukti untuk menjeratnya dalam kasus korupsi dan narkoba.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 4 Oktober 2026, 09.05 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Bolivia, Edmand Lara, mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan dirinya dan keluarga akibat dugaan rencana penangkapan yang diduga melibatkan bukti-bukti yang dipalsukan. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat (2/10/2026) dalam konteks operasi pemerintah yang menargetkan sejumlah pejabat terkait dugaan korupsi dan keterlibatan dengan jaringan perdagangan narkoba. Lara menegaskan bahwa ia telah menerima peringatan langsung mengenai ancaman tersebut dan meminta lembaga legislatif, kejaksaan, organisasi hak asasi manusia, serta komunitas internasional untuk mengawasi situasinya secara ketat.
Operasi yang sedang berlangsung mencakup penangkapan Jaksa Agung Bolivia, Roger Mariaca, bersama 13 orang lainnya, yang dituduh terlibat dalam jaringan kriminal yang beroperasi di lingkungan peradilan dan kejaksaan. Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Oviedo menyatakan bahwa Mariaca diduga melindungi pengedar narkoba, sementara informasi dari Badan Pemberantasan Narkoba Amerika Serikat (DEA) menjadi dasar utama operasi tersebut. Mariaca membantah semua tuduhan dan menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan sesuai prinsip due process.
Amerika Serikat sebelumnya mencabut visa Mariaca atas dugaan menerima suap untuk memfasilitasi perdagangan narkoba dan menghambat proses hukum terhadap pelaku kejahatan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyambut penangkapan sebagai bagian dari upaya global menekan perdagangan narkoba, korupsi, dan kejahatan terorganisasi. Namun, hingga saat ini, pemerintah Bolivia belum secara resmi mengaitkan Lara dengan penyelidikan tersebut, dan belum ada pengumuman resmi mengenai dakwaan atau surat perintah penangkapan terhadapnya.
Lara menekankan pentingnya menjaga integritas proses hukum dan menyerukan agar semua tindakan dilakukan secara transparan dan berdasarkan bukti yang sah. Ia menekankan bahwa ancaman terhadap kebebasan dan keselamatan pejabat negara harus ditangani dengan hati-hati agar tidak mengancam stabilitas demokrasi. Pernyataannya menandai krisis kepercayaan terhadap institusi hukum dalam konteks penegakan hukum yang dianggap terlalu dipengaruhi oleh kepentingan eksternal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kopilot Flydubai Diduga Lakukan Upaya Teror di Udara
Seorang kopilot Flydubai, Hammam al-Hammami, diduga mencoba menjatuhkan pesawat tujuan Israel dengan menyerang pilot menggunakan kapak darurat dan mengambil alih kendali pesawat.
4 Oktober 2026

88 Perwira Polri Dimutasi Sehari Usai Kapolri Dilantik
Sehari setelah dilantik, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmikan mutasi 88 perwira tinggi dan menengah dengan tujuan penyegaran organisasi dan pembinaan karier.
4 Oktober 2026

Rotasi Jabatan Strategis di Polda Metro Jaya
Kapolri melakukan mutasi tiga jabatan direktur utama di Polda Metro Jaya, termasuk pergantian Kapolda dan Wakapolda berdasarkan surat telegram resmi.
4 Oktober 2026

Kapolri Ingatkan Pejabat Baru Prioritaskan Adaptasi dan Pelayanan Maksimal
Kapolri meminta 27 pejabat utama dan Kapolda baru segera beradaptasi serta menjamin pelayanan optimal kepada masyarakat.
4 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pendidikan Inklusif Jadi Fondasi Madrasah di Tengah Tantangan Modern
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.29 WITA

China Hentikan Ekspor BBM, Harga Minyak Dunia Melonjak
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.28 WITA

Said Aqil Janji Berikan Nasihat Objektif ke Prabowo
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

Kapolri Gelar Mutasi Besar-besaran, 88 Pejabat Naik Jabatan
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

Kapolri Mutasi Besar, 88 Perwira Menengah dan Tinggi Dipindah Tugas
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

19 Kapolda Diganti dalam Mutasi Besar Polri
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.27 WITA

Andrie Yunus Masih Berjuang Sembuh, Pelaku Penyiraman Air Keras Dihukum Ringan
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.26 WITA

DPR Siap Sahkan RUU Satu Data untuk Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Minggu, 4 Oktober 2026, 09.25 WITA

