Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga DKI Diminta Tenang Hadapi Asap Karhutla

Pemprov DKI imbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap asap karhutla yang masuk ke Jakarta, dengan langkah antisipasi seperti penggunaan masker dan pemantauan kualitas udara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.21 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 18x dibuka
Warga DKI Diminta Tenang Hadapi Asap Karhutla📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wakil Gubernur DKI Jakarta menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi masuknya asap kebakaran hutan dan lahan ke wilayah ibu kota. Ia menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk penyemprotan air menggunakan teknologi water mist di sejumlah titik rawan. Upaya ini merupakan bagian dari respons menyeluruh terhadap potensi penurunan kualitas udara akibat asap dari sumber luar wilayah.

Dalam konferensi pers di Balai Kota, Rano Karno menekankan bahwa teknik penyemprotan air bukan satu-satunya solusi, melainkan bagian dari strategi pendekatan berlapis. Ia menyarankan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, terutama mereka yang rentan seperti lansia dan penderita penyakit pernapasan. Ia juga berbagi pengalaman pribadi, mengaku sempat mengalami gejala flu tetapi hasil tes swab negatif, sehingga menekankan pentingnya membedakan gejala flu biasa dengan infeksi virus.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), asap karhutla mulai terdeteksi di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat sejak Jumat (16/10), berasal dari kebakaran di wilayah Kalimantan. Meski sebaran asap terpantau melintas di lapisan atas atmosfer, BMKG tetap memantau perkembangannya untuk menilai dampak langsung terhadap konsentrasi polutan di permukaan tanah.

Pada Sabtu (17/10) pukul 10.00 WIB, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Kemayoran mencapai 72,2 mikrogram per meter kubik, berada dalam kategori tidak sehat. PM2.5, partikel berukuran maksimal 2,5 mikrometer, diukur melalui metode sinar beta dan menjadi indikator utama risiko kesehatan pernapasan. BMKG menyarankan masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jenis KN95, KF94, atau N95 sebagai perlindungan tambahan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya