Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Nuwakot Dievakuasi Jelang Ancaman Banjir Bandang Kedua

Otoritas Nepal memerintahkan evakuasi warga Nuwakot menyusul meluapnya bendungan alami akibat longsor, mengancam kawasan yang baru terdampak banjir dua hari sebelumnya.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 20.47 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Warga Nuwakot Dievakuasi Jelang Ancaman Banjir Bandang Kedua📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pihak berwenang di Distrik Nuwakot, Nepal, telah menginstruksikan seluruh penduduk di wilayah rawan untuk segera meninggalkan tempat tinggal pada Jumat (28/8), menyusul munculnya ancaman banjir bandang baru. Keputusan ini diambil setelah bendungan alami yang terbentuk akibat longsor di perbatasan Nepal-China mulai menunjukkan tanda-tanda meluap. Daerah tersebut sebelumnya dilanda banjir dahsyat hanya dua hari sebelumnya, sehingga kondisi tanah dan infrastruktur sudah sangat terganggu.

Volume air yang terkumpul di dalam bendungan alami kini diperkirakan mencapai 2,5 juta meter kubik, menimbulkan risiko tinggi terhadap kelangsungan kehidupan dan keselamatan warga. Dalam situasi kritis ini, petugas evakuasi mengandalkan alat komunikasi langsung seperti pengeras suara dan peluit untuk menyampaikan peringatan secara cepat dan efektif. Operasi penyelamatan yang sempat dilakukan sebelumnya harus dihentikan sementara karena ancaman terus meningkat.

Evakuasi dilakukan ke dataran tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor dan banjir massal yang bisa terjadi kapan saja. Kepala kantor darurat lokal menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama, meskipun akses jalan dan sarana komunikasi terganggu akibat kerusakan akibat bencana sebelumnya.

Pemerintah setempat terus memantau kondisi bendungan secara intensif dan memperkirakan bahwa risiko akan meningkat jika tidak ada tindakan segera. Masyarakat diminta tetap waspada dan mematuhi arahan petugas, termasuk menghindari area dekat sungai dan lereng gunung yang rentan longsor.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya