Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di 10 Wilayah

BMKG peringatkan hujan sedang hingga sangat lebat serta angin kencang di 10 daerah, termasuk Sumatra Utara dan Sulawesi Selatan, pada 14 Oktober, meski sebagian besar wilayah masih dalam kondisi kering.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 15.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di 10 Wilayah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 13 hingga 15 Oktober, menyoroti potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sepuluh wilayah Indonesia pada hari ini, Rabu (14/10). Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Sumatra Utara, Aceh, Kepulauan Riau, Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Dari keseluruhan daerah tersebut, hanya Sumatra Utara yang masuk status Siaga akibat intensitas hujan yang diperkirakan sangat lebat.

Selain risiko hujan deras, BMKG juga memperingatkan angin kencang yang dapat terjadi di Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan. Meski tidak ada wilayah yang berstatus Awas atau menghadapi hujan ekstrem, masyarakat di daerah yang terancam harus tetap waspada terhadap dampak banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Prakiraan ini berdasarkan analisis perkembangan dinamika atmosfer dan pola sirkulasi udara regional.

Secara umum, kondisi musim di Indonesia hingga dasarian III September masih mendominasi fase relatif kering. Hanya sekitar 5,7 persen dari total 40 Zona Musim (ZOM) yang telah memasuki masa hujan. Curah hujan pada dasarian I hingga III Oktober 2026 diperkirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, antara 0 hingga 150 milimeter per periode. Pada dasarian II Oktober, wilayah seperti sebagian Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian tengah dan selatan, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta sejumlah wilayah di Papua diproyeksikan mengalami curah hujan rendah, di bawah 50 milimeter.

Namun, keberadaan fenomena atmosfer seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Sumatra selatan, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara, serta gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin yang aktif di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, dan Papua, menjadi pemicu potensi hujan lokal. Pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah juga mendukung pembentukan awan hujan. Suhu muka laut yang hangat menambah supply uap air, memperkuat potensi hujan disertai petir dan angin kencang meski secara umum kondisi wilayah masih kering.

BMKG menegaskan bahwa meski dominan kering, kemungkinan hujan harian tetap terjadi akibat interaksi dinamika atmosfer skala pendek. Masyarakat di wilayah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan cuaca secara berkala, serta menghindari aktivitas di daerah terbuka saat kondisi cuaca memburuk. Peringatan ini menjadi dasar mitigasi dini terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi secara lokal.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya