Yamaha Gelar Recall Global untuk MT-09 dan Tracer 9 dengan Transmisi Y-AMT
Recall melibatkan ribuan unit MT-09 dan Tracer 9 bermesin CP3 yang menggunakan transmisi otomatis Y-AMT akibat risiko patah stopper shift shaft.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.12 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Yamaha Motor kembali melakukan kampanye recall terhadap sejumlah unit motor sport MT-09 dan Tracer 9 yang dilengkapi sistem transmisi otomatis Y-AMT. Penyebab utama adalah kerusakan pada komponen stopper shift shaft yang berpotensi patah akibat penggunaan perpindahan gigi berulang dalam jangka waktu lama. Kampanye ini telah diluncurkan secara bertahap di Jepang dan Finlandia, dengan penanganan teknis yang melibatkan penggantian komponen rusak dengan versi yang telah diperkuat.
Di Jepang, recall resmi dilaporkan ke Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata (MLIT) pada 29 September 2026, dan mulai berlaku sejak 30 September. Total 686 unit Tracer 9 GT+ Y-AMT produksi April 2025 hingga Juli 2026 serta 603 unit MT-09 S (versi Jepang dari MT-09 Y-AMT) yang diproduksi Juni 2024 hingga Agustus 2026 terdampak. MLIT mencatat 40 laporan kerusakan sebelumnya tanpa disertai kecelakaan.
Di Finlandia, otoritas transportasi Traficom mengonfirmasi kampanye dengan kode MC320 yang aktif sejak 14 Oktober 2026, mencakup 40 unit. Traficom menyebut bahwa shift shaft tidak cukup kokoh menahan tekanan berulang, sehingga stopper bisa retak atau patah. Komponen tersebut merupakan bagian mekanis dari sistem perpindahan gigi, bukan bagian elektronik. Data recall juga mencantumkan tiga nomor persetujuan tipe Eropa (EC), menunjukkan cakupan yang tidak terbatas pada pasar lokal.
Per 10 Oktober 2026, kampanye ini belum terdaftar dalam database recall Jerman (KBA) maupun sistem peringatan Safety Gate Uni Eropa, serta belum muncul di sistem peringatan Belanda—meskipun kantor pusat Yamaha Motor Europe berlokasi di negara tersebut. Sebelumnya, keluarga MT-09 dan Tracer 9 juga pernah mengalami recall pada Februari 2025 karena masalah ECU yang mempercepat aus sensor throttle, yang juga telah dilakukan ulang karena kekurangan efektivitas perbaikan sebelumnya.
MLIT memperingatkan bahwa jika tidak ditangani, risiko terburuk meliputi gangguan perpindahan gigi, lampu peringatan mesin menyala, hingga kegagalan total sistem Y-AMT yang membuat kendaraan tidak bisa bergerak. Perbaikan dilakukan secara gratis oleh dealer resmi terkait untuk semua unit terdampak, dengan penggantian shift shaft sesuai standar baru.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Mobil Listrik Tabrak Empat Kendaraan, Ojol Alami Patah Kaki di Jakarta Selatan
Sebuah mobil listrik BYD Atto 1 menabrak empat kendaraan dan melindas pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, menyebabkan korban mengalami patah kaki dan luka-luka.
24 Oktober 2026
Mobil BYD Tabrak Beruntun, Ojol Alami Patah Kaki di Jaksel
Kecelakaan beruntun melibatkan mobil BYD di Jakarta Selatan menyebabkan seorang ojek online mengalami patah kaki dan dirawat di rumah sakit.
24 Oktober 2026

Motor Boros? Ini 9 Penyebab Utama yang Harus Diperiksa
Konsumsi bensin meningkat tanpa alasan jelas bisa disebabkan oleh faktor teknis maupun perilaku berkendara, perlu pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan akar masalahnya.
24 Oktober 2026

9 Penyebab Motor Injeksi Mati Saat Berhenti
Gangguan pada sistem injeksi dapat membuat motor mati mendadak saat berhenti, terutama di lampu merah atau kemacetan, disebabkan oleh kerusakan komponen atau kebocoran sistem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

