<0,67% Usaha Ajukan Izin Air Tanah, AHY Minta Penertiban
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan menyoroti rendahnya jumlah izin penggunaan air tanah, hanya 43 ribu dari estimasi 6,4 juta pelaku usaha.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 15 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 161x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini memperkuat pemantauan terhadap penggunaan air tanah di sektor usaha, menyusul temuan bahwa hanya sedikit pelaku usaha yang mengajukan izin resmi. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengungkapkan bahwa dari total estimasi 6,4 juta pelaku usaha yang tercatat melalui sistem Online Single Submission (OSS), jumlah yang telah mengajukan Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA) hanya mencapai 43 ribu unit.
Angka tersebut menunjukkan rasio permohonan izin sebesar 0,67%, yang dinilai sangat rendah dan tidak mencerminkan ketaatan terhadap peraturan yang berlaku. AHY menekankan bahwa setiap usaha atau industri yang memanfaatkan air tanah harus memiliki izin resmi, sebagaimana diatur dalam perundang-undangan, guna menjamin keberlanjutan sumber daya alam dan pencegahan eksploitasi berlebihan.
Dalam rapat koordinasi swasembada air nasional di kantornya, ia menyatakan bahwa banyak pelaku usaha yang masih menggunakan air tanah tanpa izin, bahkan tanpa data tercatat. Hal ini menimbulkan risiko kerusakan lingkungan dan ketidakadilan dalam pemanfaatan sumber daya. Pemerintah kini berkomitmen untuk memetakan semua pelaku usaha dan memastikan seluruhnya memiliki izin yang jelas.
Penertiban ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan. Dengan izin yang terdata dan terkontrol, pemerintah dapat memantau volume penggunaan, mencegah penurunan permukaan tanah, serta memastikan keadilan akses air tanah di antara pelaku ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Topan Champi Rusak Infrastruktur Taiwan, Ratusan Terluka dan Ribuan Dievakuasi
Topan Champi melanda Taipei pada malam Jumat (23/10/2026), menyebabkan satu korban tewas, lebih dari 500 luka, ribuan warga dievakuasi, dan listrik padam untuk lebih dari 77 ribu rumah.
25 Oktober 2026

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Dandong, China, melalui jembatan baru di Sungai Yalu, menandai pertemuan diplomatik penting menjelang peringatan perang Korea.
25 Oktober 2026

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Jasa Marga kembali lakukan pemeliharaan rutin jalan tol secara terjadwal untuk jaga keandalan infrastruktur dan minimalkan gangguan perjalanan pengguna.
25 Oktober 2026

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Pemkab Klaten dorong santri jadi agen perubahan melalui pendidikan dan kerukunan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

