Kamis, 10 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

1.121 BMN Diterjunkan untuk Program Prioritas, Hemat Triliunan Rupiah

Pemanfaatan 1.121 barang milik negara hingga Juli 2026 menghemat anggaran sebesar Rp7,67 triliun untuk sejumlah program strategis nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 9 September 2026, 22.34 WITA·👁 2 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
1.121 BMN Diterjunkan untuk Program Prioritas, Hemat Triliunan Rupiah📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Hingga bulan Juli 2026, sebanyak 1.121 barang milik negara (BMN) telah dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, membukukan efisiensi anggaran mencapai Rp7,67 triliun. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan aset negara yang terintegrasi mampu mempercepat realisasi kebijakan strategis tanpa menambah beban anggaran negara.

Dari total tersebut, 688 BMN dialokasikan untuk pembangunan 166 unit Sekolah Rakyat, sedangkan 358 BMN berupa tanah dan/atau bangunan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan 134 di antaranya telah mendapatkan persetujuan sewa. Di sisi lain, program 3 Juta Rumah mendapatkan dukungan dari penetapan BMN di 10 lokasi dengan total luas 138,85 hektar, menunjukkan komitmen dalam percepatan akses perumahan bagi masyarakat.

Pengelolaan aset yang efektif tidak hanya mengurangi biaya modal, tetapi juga meminimalkan biaya pemeliharaan aset yang tidak termanfaatkan. Direktur Jenderal Kekayaan Negara menegaskan bahwa setiap aset yang dikelola dengan baik berkontribusi langsung terhadap penguatan fiskal dan kesejahteraan rakyat. Transformasi digital dan penguatan data aset menjadi fondasi utama dalam memastikan akurasi dan transparansi pengelolaan.

Pada tahun 2027, direncanakan penggunaan 7.611 BMN lebih lanjut, didukung pengembangan empat aplikasi inti serta penyusunan 15 rekomendasi strategis. Fokus utama tetap pada pendukungan program seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, MBG, perumahan, kemandirian energi, hilirisasi industri, dan penguatan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya