Minggu, 27 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

1.800 Ton Emas Rakyat Masih Tersembunyi di Bawah Bantal

Pemerintah mengungkap 1.800 ton emas milik masyarakat masih tersimpan secara pribadi, bernilai hampir Rp4,5 ribu triliun, dan menjadi potensi ekonomi besar jika masuk sistem keuangan formal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 27 September 2026, 15.20 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
1.800 Ton Emas Rakyat Masih Tersembunyi di Bawah Bantal📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sejumlah besar emas milik warga Indonesia yang saat ini berada di bawah bantal atau dalam bentuk perhiasan pribadi diperkirakan mencapai 1.800 ton. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi nasional yang belum dimanfaatkan secara optimal, sekaligus menggambarkan kekayaan tak tergantikan yang masih berada di luar sistem keuangan resmi. Nilai emas tersebut diperkirakan mencapai US$252 miliar, setara dengan Rp4,505 triliun berdasarkan kurs tengah Rp17.880 per dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa jika emas tersebut dapat dimasukkan ke dalam sistem keuangan, cadangan emas Indonesia akan langsung menempati posisi strategis di kancah global. Dalam perbandingan, cadangan emas terbesar saat ini dimiliki Amerika Serikat dengan 8.133 ton, disusul China sebanyak 2.331 ton. Dengan 1.800 ton, Indonesia berpotensi masuk dalam daftar negara dengan cadangan emas terbesar dunia jika mampu menarik aset tersebut dari peredaran informal.

Untuk mendorong transformasi ini, pemerintah mendorong dua lembaga keuangan yang telah memiliki layanan bullion—PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI)—untuk menciptakan instrumen keuangan yang dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat. Saat ini, Pegadaian hanya mengelola sekitar 153 ton emas milik masyarakat, sementara BSI mengelola sekitar 20 ton, jauh dari potensi yang tersedia.

Target pemerintah adalah mendorong sebagian kecil dari emas rakyat—misalnya 20 persen dari nilai total—untuk pindah ke sistem perbankan formal melalui produk keuangan yang aman dan terpercaya. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan likuiditas sistem keuangan, tetapi juga mendorong inklusi keuangan serta memperkuat stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya