Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

256 Siswa SMPN Kabuh Keracunan Usai Konsumsi MBG

Sebanyak 256 siswa SMPN 1 Kabuh, Jombang, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis, dengan tujuh di antaranya dirawat intensif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 13.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
256 Siswa SMPN Kabuh Keracunan Usai Konsumsi MBG
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 256 siswa SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, mengalami gejala keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9). Gejala yang muncul meliputi diare, mual, muntah, dan pusing, mulai muncul menjelang sore hari setelah konsumsi makanan tersebut. Awalnya, keluhan dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa, namun jumlah kasus yang melonjak membuat pihak sekolah segera melakukan pendataan dan melapor ke dinas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, menyebutkan bahwa jumlah kasus tersebut masih dalam proses pemantauan dan bisa bertambah. “Awalnya dianggap diare biasa, tetapi setelah dikumpulkan data, jumlahnya cukup tinggi,” ujarnya pada Jumat (4/9). Dari total 256 siswa yang terdampak, tujuh orang mengalami kondisi tubuh lemah dan dirawat secara intensif di Puskesmas. Kondisi mereka kini dinilai membaik dan hanya memerlukan rehidrasi, dengan perkiraan bisa dipulangkan dalam waktu dekat.

Selain tujuh siswa yang dirawat inap, sekitar 74 siswa lainnya masih dalam pemantauan sebagai pasien rawat jalan di Puskesmas dan klinik swasta seperti Klinik Mitra Plus serta Klinik As-Syifa. Sisanya menjalani pengobatan mandiri atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Dinkes menyatakan bahwa kemungkinan adanya penambahan kasus tetap terbuka, terutama dari siswa yang baru merasakan gejala atau memilih untuk berobat setelah kejadian.

Penanganan medis menjadi fokus utama, sementara tim kesehatan telah mulai melakukan investigasi lapangan untuk menelusuri sumber keracunan. Fokus penyelidikan mencakup proses pengolahan makanan, distribusi, hingga kualitas bahan baku yang digunakan. Hasil investigasi akan menjadi dasar untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya