3 Strategi Utama Trenggono Dorong Ekonomi Kelautan Nasional
Pemerintah mempercepat swasembada garam, modernisasi kapal nelayan, dan kembangkan Kampung Nelayan Merah Putih untuk tingkatkan kesejahteraan dan daya saing sektor kelautan hingga 2029.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah kini mengakselerasi transformasi sektor kelautan dan perikanan melalui tiga program utama yang dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Tujuannya adalah membangun fondasi ekonomi biru yang berkelanjutan, berdaya saing tinggi, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan pendekatan terintegrasi, tiga inisiatif strategis ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan kapasitas produksi, serta menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pesisir Indonesia.
Pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, menjadi fondasi utama tercapainya swasembada garam pada 2029. Tahap pertama dengan luas 616 hektare telah selesai dibangun dan saat ini sedang dalam uji coba produksi. Target panen perdana dijadwalkan November 2026. Secara keseluruhan, area yang akan dikembangkan mencapai 10.764 hektare, termasuk 2.000 hektare melalui skema kerja sama masyarakat dan 8.000 hektare melalui investasi swasta. Produksi garam nasional ditargetkan mencapai 2,5 juta ton pada 2026, naik menjadi 3,5 juta ton di 2027, dan 5 juta ton pada 2029, dengan impor turun dari 2,6 juta ton menjadi nol dalam rentang waktu tersebut. Garam hasil produksi KSIGN memiliki tingkat kemurnian NaCl hingga 97%, memenuhi standar industri meskipun fasilitas pemurnian belum sepenuhnya beroperasi.
Di bidang perikanan tangkap, pemerintah menargetkan pembangunan 4.582 kapal nelayan modern hingga 2029, dengan fokus pada kapal berukuran 10 hingga 2.500 Gross Tonnage. Pada 2026, 50 kapal berukuran 30 GT akan dibangun sebagai langkah awal. Jenis kapal yang dibangun mencakup berbagai alat tangkap seperti pukat cincin, gillnet, handline, dan kapal pengangkut serta kapal pemroses ikan. Investasi total untuk program ini mencapai Rp125,5 triliun, sekaligus mendorong industri galangan kapal dalam negeri. Program ini diharapkan menyerap tenaga kerja hingga 89.000 orang, meningkatkan produksi perikanan tangkap menjadi 2,3 juta ton per tahun, serta menambah PNBP sebesar Rp1,8 triliun dan pendapatan nelayan Rp20,7 triliun.
Sebagai bagian dari ekonomi biru, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dikembangkan sebagai pusat ekonomi pesisir berkelanjutan. Program ini menargetkan pembangunan 1.389 lokasi, dengan 100 titik diresmikan dalam waktu dekat. Setiap lokasi dilengkapi infrastruktur pendukung seperti cold storage, dermaga, bengkel kapal, pabrik es, SPBU kapal, dan sentra kuliner. Pendekatan pengembangan disesuaikan dengan karakteristik lokal dan daya dukung lingkungan, menghindari eksploitasi berlebihan. Dengan model ini, pemerintah optimistis produksi ikan dari 1.369 KNMP dapat mencapai 2,8 juta ton per tahun, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan mandiri di kawasan pesisir.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

BRILink Agen Fillio Perkuat Akses Keuangan di Pinggiran Dumai
Layanan keuangan digital melalui BRILink Agen Fillio di Dumai semakin menjangkau masyarakat di area terpencil, mendukung inklusi keuangan dan kelancaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Anggota BPK RI Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Anggota VI BPK RI Fathan Subchi meninggal dunia pada Minggu (25/10) di usia 56 tahun, setelah sebelumnya menjabat dua periode sebagai anggota DPR RI dari Jawa Tengah.
25 Oktober 2026

Ekonomi Kreatif Dorong PDRB Jakarta Capai Rp410 Triliun
Sektor ekonomi kreatif menyumbang lebih dari Rp410 triliun atau 11 persen terhadap PDRB Jakarta, menegaskan peran strategis kreativitas dalam perekonomian ibu kota.
25 Oktober 2026

Elektabilitas PSI Berada di Bawah NasDem dalam Survei IPO
Survei IPO menunjukkan elektabilitas PSI mencapai 2,9 persen, berada di posisi kesembilan dari 18 partai, tertinggal dari NasDem yang meraih 4,2 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Empat Acara Besar Serentak di Senayan Picu Pengalihan Lalu Lintas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.27 WITA

Gubernur Kalbar Tekankan Penyelesaian BBM dan Listrik dalam Rapat Koordinasi
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.24 WITA

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Gagal Digagalkan Tim Gabungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Cak Imin Dorong Pemberdayaan bagi Penerima Bansos
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Fokus Tindak Pengguna HP dan Pelanggaran Berbahaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.22 WITA

Pemprov DKI Siapkan Relokasi Pedagang Selama Revitalisasi Taman Puring
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.22 WITA

Dana Otsus Aceh Harus Dorong Kemandirian Fiskal Pasca-2027
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.22 WITA

