5 Minuman Alami Bantu Atasi Sembelit pada Anak
Beberapa minuman alami seperti air putih, jus prune, pir, apel, dan minuman hangat dapat membantu melancarkan buang air besar pada anak yang mengalami sembelit.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.46 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sembelit pada anak sering kali menjadi kekhawatiran bagi orang tua karena dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan gangguan aktivitas harian. Gangguan ini umum terjadi akibat kurang asupan cairan atau keseimbangan serat dalam makanan. Salah satu pendekatan non-obat yang dapat dicoba adalah dengan memperbanyak konsumsi minuman tertentu yang secara alami membantu melunakkan feses dan merangsang gerakan usus.
Air putih tetap menjadi fondasi utama dalam mengatasi sembelit. Kekurangan cairan dalam tubuh menyebabkan usus menyerap lebih banyak air dari feses, sehingga feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Memberikan air putih secara rutin—misalnya saat makan, setelah bermain, atau setelah aktivitas fisik—dapat membantu menjaga kelembapan usus dan mencegah sembelit. Pemberian dalam jumlah kecil secara berkala lebih disarankan dibandingkan memaksa anak minum banyak sekaligus.
Jus buah prune, atau plum kering, dikenal efektif karena mengandung sorbitol, zat alami yang menarik air ke dalam usus, sehingga feses menjadi lebih lunak. Jika anak tidak menyukai rasanya, jus ini bisa diencerkan dengan air atau dicampur dengan jus buah lain. Jus pir juga menjadi pilihan yang baik karena mengandung sorbitol alami dan rasanya manis, sehingga lebih mudah diterima anak. Namun, konsumsi tetap perlu dibatasi agar tidak menyebabkan diare.
Jus apel juga memiliki efek pencahar ringan berkat kandungan sorbitol dan fruktosa, tetapi harus diberikan dengan porsi terbatas dan diencerkan untuk menghindari iritasi usus atau BAB terlalu encer. Hindari saus apel yang kaya pektin karena justru bisa memperberat sembelit. Minuman hangat, seperti air hangat atau teh herbal ringan, dapat merangsang pergerakan usus secara alami dan membantu anak merasa lebih rileks, terutama saat bangun tidur atau setelah makan.
Pemberian minuman tersebut sebaiknya dilengkapi dengan asupan serat dari buah-buahan, sayuran, dan makanan bergizi lainnya. Penting juga untuk menjaga konsistensi rutinitas makan dan buang air besar agar sistem pencernaan anak berjalan lancar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Minuman Bantu Legakan Tenggorokan Usai Terpapar Abu Vulkanik
Konsumsi air putih, air hangat, dan minuman alami seperti jahe madu dapat meredakan iritasi tenggorokan akibat paparan abu vulkanik, meski tak mampu membersihkan partikel dari paru-paru.
8 September 2026

Pemerintah Tunda Penerapan Cukai Minuman Berpemanis
Pemerintah belum mengeksekusi cukai minuman berpemanis dalam kemasan meski target pendapatan Rp7,6 triliun ditetapkan untuk APBN 2026.
7 September 2026

Pertamina Ajak Masyarakat Berbagi Makanan di Hari Pelanggan
Pertamina Patra Niaga bagikan 8.100 porsi makanan gratis di delapan kota, melalui kegiatan memasak bersama dan berbagi di SPBU serta lembaga sosial.
7 September 2026

Jakarta Dukung Jadi Pusat Industri Kopi Nasional
Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen memperkuat Jakarta sebagai pusat ekosistem kopi nasional melalui dukungan infrastruktur, kolaborasi, dan perhelatan internasional sebelum 2030.
5 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


