Minyak Melonjak, Pasar Asia Tergoyang Akibat Ketegangan Timur Tengah
Lonjakan harga minyak akibat eskalasi AS-Iran picu volatilitas di bursa Asia, sementara pasar memantau kebijakan moneter AS dan dampak inflasi yang menguat.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 22.33 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 2x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pasar saham Asia-Pasifik mengalami pergerakan bervariasi pada awal perdagangan Selasa (8/9/2026), dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang memburuk setelah Amerika Serikat dan Iran saling menyerang dalam akhir pekan. Indeks Kospi Korea Selatan mampu naik 0,75% pada pembukaan, sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,95% dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,22%. Pergerakan ini terjadi di tengah kenaikan tajam harga minyak mentah yang mencapai level tertinggi dalam enam pekan.
Harga minyak Brent melonjak 1,1% menjadi US$97,31 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) futures naik 1,3% ke US$92,66 per barel. Kenaikan ini didorong oleh perang dagang dan konflik militer yang berlanjut antara AS dan Iran. Lonjakan energi tersebut menimbulkan kekhawatiran baru terhadap inflasi global, yang berpotensi menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun telah mencapai level tertinggi sejak November 2023, sementara tenor dua tahun menyentuh puncak terbaru sejak Januari 2025.
Para analis memperkirakan bahwa pertemuan bank sentral dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu utama stabilitas pasar. Ed Yardeni dari Yardeni Research menekankan bahwa kenaikan imbal hasil global mencerminkan ketidakpastian — apakah menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih kuat dari ekspektasi, inflasi yang melonjak, atau ancaman krisis utang fiskal. Federal Reserve dijadwalkan menggelar pertemuan kebijakan moneter pekan depan, dengan pasar memperkirakan peluang 60% bagi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Namun, ekspektasi tersebut masih rentan berubah, terutama jika harga minyak terus melonjak akibat ketegangan di Timur Tengah. Data inflasi tingkat grosir dan konsumen yang akan dirilis pada Kamis dan Jumat mendatang juga berpotensi mengubah arah kebijakan The Fed. Di sisi lain, ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada turut menambah ketegangan pasar, dengan Kanada yang siap menerapkan tarif balasan terhadap produk AS senilai US$20 miliar sejak Selasa.
Presiden AS Donald Trump juga mengancam memblokir impor pesawat dari Bombardier, produsen asal Kanada, kecuali perusahaan tersebut memproduksi di AS. Pernyataan ini disampaikan melalui platform Truth Social menjelang pelaksanaan tarif baru. Kombinasi ancaman geopolitik, tekanan inflasi, dan ketidakpastian kebijakan moneter menjadikan pasar global tetap sensitif terhadap perubahan kecil.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


