Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

512 Orang Terdampak Keracunan Makanan di SPPG Sidoarjo

Badan Gizi Nasional mengonfirmasi 512 orang terdampak keracunan akibat makanan dari SPPG Tanggulangin, dengan 80 orang masih dirawat dan 120 lainnya dalam observasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 19.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
512 Orang Terdampak Keracunan Makanan di SPPG Sidoarjo
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi adanya lonjakan kasus keracunan setelah ratusan individu, terutama santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Tanggulangin, Sidoarjo, mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil pendataan sementara, tercatat 512 orang mengalami dampak kesehatan akibat konsumsi makanan tersebut. Dari jumlah itu, 80 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara 312 lainnya telah dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang.

BGN menegaskan bahwa investigasi sedang berlangsung bersama dinas kesehatan daerah untuk mengidentifikasi penyebab pasti keracunan. Hasil temuan akan dipublikasikan secara transparan setelah proses penelitian selesai. Selain itu, BGN telah melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah kabupaten dan pihak pengelola pondok pesantren untuk memastikan penanganan medis yang optimal serta mencegah penyebaran lebih lanjut.

Sebagai tindakan pengamanan, BGN menerapkan suspensi berat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah selama 30 hari. Langkah ini disertai rekomendasi pencopotan kepala SPPG yang bersangkutan. Keputusan ini diambil untuk menjamin kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Bupati Subandi menyatakan bahwa semua pasien telah ditangani dengan baik di tiga rumah sakit rujukan. Kondisi kesehatan pasien secara umum membaik, dengan gejala utama yang tersisa hanya diare ringan. Ia juga menegaskan bahwa 31 dari 170 SPPG di wilayahnya belum memiliki izin operasional dan telah diminta berhenti sementara.

Kepada para wali santri, pemerintah mengimbau untuk tetap tenang. Semua pasien akan dipulangkan hanya setelah proses perawatan selesai dan kondisi kesehatan benar-benar stabil. Penekanan diberikan pada pentingnya pengawasan ketat terhadap semua unit penyedia makanan program pangan nasional agar kejadian serupa tidak terulang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya