Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

566 Korban Keracunan Akibat Makanan MBG, 88 Masih Dirawat

Sebanyak 566 orang terdampak keracunan setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Kalitengah, dengan 88 orang masih dirawat inap dalam kondisi stabil.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 14.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
566 Korban Keracunan Akibat Makanan MBG, 88 Masih Dirawat
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, kembali memperbarui jumlah korban hingga mencapai 566 orang. Angka ini merupakan hasil akumulasi dari 531 kasus sebelumnya dan 35 kasus baru yang ditemukan dalam dua hari terakhir. Mayoritas korban berasal dari Pesantren Manbaul Hikam, namun juga melibatkan siswa dari 19 lembaga pendidikan lain di sekitar wilayah Tanggulangin.

Gejala yang dilaporkan oleh sebagian besar korban meliputi mual, muntah, dan pusing, muncul setelah mengonsumsi makanan pada Selasa (1/9). Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo melaporkan bahwa dari total tersebut, 88 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit yang telah disiagakan. Kondisi keseluruhan pasien dikonfirmasi stabil, tanpa adanya kebutuhan perawatan intensif atau komplikasi serius.

Penanganan medis dilakukan melalui dua jalur utama: penanganan lapangan dan fasilitas rumah sakit. Dinas Kesehatan telah mengaktifkan status krisis kesehatan dan menyiagakan sembilan rumah sakit, termasuk RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, dan RS Bhayangkara. Sementara itu, 470 korban yang kondisinya membaik telah diperbolehkan pulang setelah memenuhi kriteria klinis dan mendapatkan pengobatan lanjutan secara mandiri.

Penyebab pasti keracunan masih dalam proses investigasi. Sampel muntahan pasien dan bahan makanan dari SPPG telah diambil dan akan dianalisis di laboratorium, dengan perkiraan hasil uji dalam waktu sekitar satu minggu. Fokus utama saat ini bukan hanya pada hasil laboratorium, tetapi juga evaluasi terhadap pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) dalam penyediaan makanan, termasuk pengelolaan waktu penyimpanan dan distribusi.

Sebagai respons, Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat telah menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah Tanggulangin. Keputusan penutupan bersifat sementara dan akan dievaluasi lebih lanjut setelah hasil uji laboratorium dan audit SOP selesai. Dalam waktu dekat, BGN akan menentukan apakah penutupan akan diperpanjang atau dicabut berdasarkan temuan investigasi menyeluruh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya