664 Santri Terdampak Keracunan Usai Konsumsi MBG di Sidoarjo
Sebanyak 664 santri dan pelajar di Sidoarjo mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis, dengan 77 orang masih dirawat secara intensif.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 12.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 7x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kasus keracunan massal akibat konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, kini mencapai 664 orang. Jumlah ini mencakup santri pesantren dan pelajar dari 19 sekolah di kawasan Kalitengah yang mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9) siang. Dari total tersebut, 581 orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sementara sisanya masih menjalani pemantauan medis.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmita Herawati, menyatakan bahwa 77 pasien masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, sedangkan enam lainnya berada dalam tahap observasi. Secara umum, kondisi para pasien yang dirawat tergolong stabil, namun belum dapat dipulangkan karena masih memerlukan penanganan lanjutan oleh tenaga kesehatan.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo belum menetapkan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, untuk menangani dampak yang terjadi, Dinas Kesehatan telah mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan. Penanganan dilakukan secara terintegrasi melalui dua jalur: penanganan langsung di lokasi kejadian oleh petugas puskesmas yang bertindak sebagai koordinator, serta kesiapan rumah sakit untuk menerima pasien dengan penyiapan tenaga medis, obat-obatan, dan fasilitas pendukung lainnya.
Menu yang dikonsumsi berupa nasi putih, orak arik telur, tempe bumbu bali, sayur tumis buncis baby corn, dan buah apel, diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin. Gejala yang muncul pada korban meliputi mual, muntah, dan pusing, yang diduga berasal dari salah satu komponen makanan. Penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan penyebab pasti keracunan tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026

Cak Imin Dorong Pemberdayaan bagi Penerima Bansos
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menekankan pentingnya anggaran pemberdayaan untuk penerima bantuan sosial guna kurangi ketergantungan dan tingkatkan kemandirian ekonomi.
25 Oktober 2026

Bandara Baru Sydney Mulai Beroperasi 24 Jam
Bandara Internasional Western Sydney resmi membuka penerbangan penumpang perdana dengan rute ke Gold Coast, menawarkan layanan nonstop 24 jam sehari.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

Demonstrasi Anti-Sistem di Barcelona Ricuh, 100 Orang Ditangkap
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

