7 Komponen Kendaraan Wajib Periksa Pasca Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi gunung berapi berpotensi merusak berbagai sistem kendaraan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Setelah terpapar abu vulkanik, pemilik kendaraan tidak boleh hanya memfokuskan pada pembersihan eksterior. Partikel vulkanik yang bersifat abrasif dapat merusak komponen internal jika dibiarkan menumpuk, bahkan menyebabkan kerusakan permanen pada mesin dan sistem kelistrikan. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh setelah paparan abu menjadi langkah penting untuk menjaga performa dan keselamatan kendaraan.
Filter udara mesin menjadi prioritas utama karena kemampuannya menahan partikel. Jika tersumbat oleh abu vulkanik, aliran udara ke mesin akan terhambat, berpotensi menyebabkan kegagalan mesin atau kerusakan internal. Jika terlihat kotor atau rusak, filter harus segera diganti. Bahkan dalam kondisi yang terlihat ringan, pemeriksaan rutin dianjurkan untuk mencegah kerusakan akibat keausan yang terjadi secara bertahap.
Sistem rem juga rentan terhadap dampak abu vulkanik. Partikel tajam dapat masuk ke dalam mekanisme rem, mengganggu fungsi pengereman dan mempercepat keausan komponen logam. Sementara itu, radiator yang tersumbat oleh abu akan mengurangi efisiensi pendinginan, berisiko menimbulkan overheat. Pembersihan kisi-kisi radiator harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak struktur halus.
Sistem AC dan filter kabin juga perlu diperiksa karena abu dapat masuk melalui saluran udara, menumpuk di filter, dan mengurangi kualitas udara dalam kabin. Penggunaan mode sirkulasi dalam ruangan dapat membantu meminimalkan paparan. Selain itu, kaca depan dan wiper harus dibersihkan dengan air terlebih dahulu—jangan gunakan wiper saat kaca masih kering, karena abu dapat menggores permukaan kaca secara permanen.
Komponen kelistrikan dan alternator berisiko terganggu jika abu menumpuk di ruang mesin, terutama jika terkena kelembapan. Abu yang basah bisa bersifat konduktif, meningkatkan risiko korsleting. Pemeriksaan oleh teknisi dianjurkan untuk memastikan tidak ada kerusakan pada sambungan listrik atau modul elektronik. Sementara itu, oli mesin harus dicek untuk mendeteksi kontaminasi abu yang masuk ke dalam sistem pelumasan, karena dapat mempercepat keausan komponen bergerak.
Pembersihan kendaraan harus dilakukan dengan benar: hindari menggosok abu kering dengan kain atau menggunakan udara bertekanan secara sembarangan, karena partikel bisa terbawa ke area sensitif lainnya. Kendaraan yang terpapar abu tebal sebaiknya tidak digunakan hingga proses pembersihan dan pemeriksaan selesai. Langkah pencegahan ini penting untuk mencegah kerusakan berkelanjutan yang lebih mahal dan berisiko bagi keselamatan berkendara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


