Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

7 Komponen Kendaraan Wajib Periksa Pasca Abu Vulkanik

Abu vulkanik dari erupsi gunung berapi berpotensi merusak berbagai sistem kendaraan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 07.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
7 Komponen Kendaraan Wajib Periksa Pasca Abu Vulkanik
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Setelah terpapar abu vulkanik, pemilik kendaraan tidak boleh hanya memfokuskan pada pembersihan eksterior. Partikel vulkanik yang bersifat abrasif dapat merusak komponen internal jika dibiarkan menumpuk, bahkan menyebabkan kerusakan permanen pada mesin dan sistem kelistrikan. Karena itu, pemeriksaan menyeluruh setelah paparan abu menjadi langkah penting untuk menjaga performa dan keselamatan kendaraan.

Filter udara mesin menjadi prioritas utama karena kemampuannya menahan partikel. Jika tersumbat oleh abu vulkanik, aliran udara ke mesin akan terhambat, berpotensi menyebabkan kegagalan mesin atau kerusakan internal. Jika terlihat kotor atau rusak, filter harus segera diganti. Bahkan dalam kondisi yang terlihat ringan, pemeriksaan rutin dianjurkan untuk mencegah kerusakan akibat keausan yang terjadi secara bertahap.

Sistem rem juga rentan terhadap dampak abu vulkanik. Partikel tajam dapat masuk ke dalam mekanisme rem, mengganggu fungsi pengereman dan mempercepat keausan komponen logam. Sementara itu, radiator yang tersumbat oleh abu akan mengurangi efisiensi pendinginan, berisiko menimbulkan overheat. Pembersihan kisi-kisi radiator harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak struktur halus.

Sistem AC dan filter kabin juga perlu diperiksa karena abu dapat masuk melalui saluran udara, menumpuk di filter, dan mengurangi kualitas udara dalam kabin. Penggunaan mode sirkulasi dalam ruangan dapat membantu meminimalkan paparan. Selain itu, kaca depan dan wiper harus dibersihkan dengan air terlebih dahulu—jangan gunakan wiper saat kaca masih kering, karena abu dapat menggores permukaan kaca secara permanen.

Komponen kelistrikan dan alternator berisiko terganggu jika abu menumpuk di ruang mesin, terutama jika terkena kelembapan. Abu yang basah bisa bersifat konduktif, meningkatkan risiko korsleting. Pemeriksaan oleh teknisi dianjurkan untuk memastikan tidak ada kerusakan pada sambungan listrik atau modul elektronik. Sementara itu, oli mesin harus dicek untuk mendeteksi kontaminasi abu yang masuk ke dalam sistem pelumasan, karena dapat mempercepat keausan komponen bergerak.

Pembersihan kendaraan harus dilakukan dengan benar: hindari menggosok abu kering dengan kain atau menggunakan udara bertekanan secara sembarangan, karena partikel bisa terbawa ke area sensitif lainnya. Kendaraan yang terpapar abu tebal sebaiknya tidak digunakan hingga proses pembersihan dan pemeriksaan selesai. Langkah pencegahan ini penting untuk mencegah kerusakan berkelanjutan yang lebih mahal dan berisiko bagi keselamatan berkendara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya