80 Siswa SMP Tana Toraja Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG
Bupati Tana Toraja memastikan penanganan medis optimal terhadap 80 siswa SMP yang diduga keracunan akibat makanan program Makan Bergizi Gratis.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 80 siswa SMP di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, kini menjalani perawatan medis setelah mengalami gejala gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (2/9), dengan sebagian besar siswa melaporkan mual, muntah, dan kelemahan fisik pada malam harinya. Pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat untuk memastikan penanganan yang tepat dan menyeluruh.
Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menegaskan bahwa seluruh rumah sakit di wilayah tersebut telah diminta memberikan perawatan maksimal. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua fasilitas kesehatan dalam menangani kasus ini sesuai prosedur operasional standar. “Kita sudah instruksikan semua pimpinan rumah sakit untuk menangani kasus ini secepat dan seoptimal mungkin,” ujarnya.
Distribusi perawatan dilakukan secara merata di tiga rumah sakit utama di daerah tersebut. Sebanyak 31 siswa dirawat di Rumah Sakit Lakipadada, 27 siswa di Rumah Sakit Sinar Kasih, dan 22 siswa lainnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatimah. Semua pasien kini dalam pemantauan intensif, dengan kondisi kesehatan yang terus dievaluasi secara berkala.
Meski awalnya dugaan menyebut makanan MBG sebagai penyebab, pemerintah belum mengonfirmasi secara resmi penyebab pasti dari kejadian tersebut. Proses pemeriksaan lanjutan masih berlangsung, termasuk analisis terhadap sisa makanan dan bahan-bahan yang digunakan dalam program. Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan yang diberikan kepada siswa.
Tujuan utama dari penanganan ini adalah memastikan kesembuhan semua siswa secara optimal dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Seluruh proses ditangani secara transparan dan koordinatif, dengan melibatkan dinas kesehatan, satgas penanganan krisis, serta pihak terkait lainnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


