Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

80 Siswa SMP Tana Toraja Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG

Bupati Tana Toraja memastikan penanganan medis optimal terhadap 80 siswa SMP yang diduga keracunan akibat makanan program Makan Bergizi Gratis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 17.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
80 Siswa SMP Tana Toraja Diduga Keracunan Setelah Konsumsi MBG
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 80 siswa SMP di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, kini menjalani perawatan medis setelah mengalami gejala gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (2/9), dengan sebagian besar siswa melaporkan mual, muntah, dan kelemahan fisik pada malam harinya. Pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat untuk memastikan penanganan yang tepat dan menyeluruh.

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menegaskan bahwa seluruh rumah sakit di wilayah tersebut telah diminta memberikan perawatan maksimal. Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua fasilitas kesehatan dalam menangani kasus ini sesuai prosedur operasional standar. “Kita sudah instruksikan semua pimpinan rumah sakit untuk menangani kasus ini secepat dan seoptimal mungkin,” ujarnya.

Distribusi perawatan dilakukan secara merata di tiga rumah sakit utama di daerah tersebut. Sebanyak 31 siswa dirawat di Rumah Sakit Lakipadada, 27 siswa di Rumah Sakit Sinar Kasih, dan 22 siswa lainnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatimah. Semua pasien kini dalam pemantauan intensif, dengan kondisi kesehatan yang terus dievaluasi secara berkala.

Meski awalnya dugaan menyebut makanan MBG sebagai penyebab, pemerintah belum mengonfirmasi secara resmi penyebab pasti dari kejadian tersebut. Proses pemeriksaan lanjutan masih berlangsung, termasuk analisis terhadap sisa makanan dan bahan-bahan yang digunakan dalam program. Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjamin keamanan dan kualitas pangan yang diberikan kepada siswa.

Tujuan utama dari penanganan ini adalah memastikan kesembuhan semua siswa secara optimal dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Seluruh proses ditangani secara transparan dan koordinatif, dengan melibatkan dinas kesehatan, satgas penanganan krisis, serta pihak terkait lainnya.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya