Rabu, 7 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

86 Persen Perusahaan AS Siap Perluas Investasi di Indonesia

Survei Bank Dunia menunjukkan lebih dari separuh perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di Indonesia berencana tingkatkan investasi, didorong pertumbuhan ekonomi stabil di atas 5 persen dan iklim bisnis yang terus membaik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 7 Oktober 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
86 Persen Perusahaan AS Siap Perluas Investasi di Indonesia📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebanyak 86 persen perusahaan asal Amerika Serikat yang telah beroperasi di Indonesia menyatakan rencana untuk memperbesar investasi mereka, menurut hasil survei yang dilakukan oleh Bank Dunia terhadap 200 perusahaan multinasional di sembilan negara, termasuk Indonesia. Temuan ini disampaikan dalam paparan Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk, dalam forum investasi bilateral AS-Indonesia. Angka tersebut mencerminkan kepercayaan yang kuat terhadap prospek ekonomi dan stabilitas lingkungan bisnis di tanah air.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten di kisaran 5 persen selama dekade terakhir menjadi salah satu faktor utama pendorong kepercayaan investor. Bank Dunia menilai bahwa kekuatan ekonomi nasional ini tidak hanya menunjukkan ketahanan terhadap tekanan global, tetapi juga posisi unggul dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Stabilitas makroekonomi, ketersediaan pasar modal, tenaga kerja muda, serta potensi sumber daya alam menjadi daya tarik utama bagi pelaku bisnis asing.

Kepala Eksekutif Indonesia Bank of America, Mira Arifin, menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia sudah sangat kokoh, terbukti dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang berada di atas 5 persen dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, angka tersebut menjadi penopang utama bagi keberlanjutan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kepercayaan investor. Ia menekankan pentingnya menjaga kepastian kebijakan untuk meminimalkan risiko operasional dan meningkatkan iklim investasi secara keseluruhan.

Kepala Asosiasi Bisnis Amerika di Indonesia, Donna Priadi, menyampaikan bahwa perusahaan AS telah menjalin hubungan bisnis dengan Indonesia selama lebih dari satu abad, membuktikan komitmen jangka panjang. Ia menegaskan bahwa aktivitas bisnis tetap berjalan normal tanpa menunggu penyelesaian perjanjian perdagangan bilateral. Namun, ia menyambut positif kemungkinan perjanjian tersebut mampu memperkuat iklim investasi dan mendorong aliran modal baru dari Amerika Serikat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya