Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Abu Vulkanik Ancam Keselamatan Pengendara Motor

Abu vulkanik yang menutupi permukaan jalan menurunkan traksi ban, meningkatkan risiko selip dan kecelakaan saat berkendara, terutama saat pengereman atau menikung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 7 September 2026, 11.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Abu Vulkanik Ancam Keselamatan Pengendara Motor
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi jalan yang tertutup abu vulkanik berpotensi menimbulkan bahaya serius bagi pengendara sepeda motor, terutama akibat penurunan daya cengkraman ban terhadap aspal. Partikel halus ini berperilaku seperti lapisan pasir, mengurangi gesekan antara ban dan permukaan jalan sehingga memperbesar risiko tergelincir, terutama saat melakukan manuver mendadak atau pengereman. Hal ini memperparah potensi kecelakaan, terutama di jalur yang menanjak atau berbelok tajam.

Praktisi keselamatan berkendara menekankan bahwa dampak abu vulkanik tidak hanya terbatas pada permukaan jalan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan pengendara. Abu yang masuk ke dalam helm dapat mengganggu penglihatan, sementara partikel halusnya dapat terhirup dan menyebabkan iritasi saluran pernapasan. Kondisi ini memperburuk risiko kecelakaan akibat gangguan konsentrasi dan kinerja fisik.

Dalam situasi abu vulkanik yang tebal hingga mengubah warna atau tekstur jalan, disarankan untuk tidak melanjutkan perjalanan. Keputusan paling bijak bukan bagaimana tetap berkendara, melainkan kapan harus berhenti dan menunggu kondisi membaik. Menghindari perjalanan saat abu mencapai tingkat berbahaya menjadi langkah defensif terbaik untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain.

Apabila perjalanan tidak bisa dihindari, pengendara diminta menerapkan prinsip slow, smooth, straight—mengurangi kecepatan, menghindari akselerasi atau pengereman tiba-tiba, serta menempuh jalur lurus tanpa menikung tajam. Penggunaan masker, pelindung mata, dan jarak aman dengan kendaraan di depan juga penting untuk mengantisipasi tindakan mendadak akibat jarak pandang terbatas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya