Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Aceh Siaga Hujan Lebat, Gubernur Imbau Antisipasi Dini

BMKG peringatkan potensi hujan lebat 2–4 September 2026 di sejumlah wilayah Aceh, memicu risiko banjir dan longsor, seiring upaya pemerintah siapkan mitigasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 15.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Aceh Siaga Hujan Lebat, Gubernur Imbau Antisipasi Dini
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di Aceh pada periode 2 hingga 4 September 2026 akan menunjukkan peningkatan intensitas hujan, mulai dari ringan hingga lebat. Peringatan waspada dikeluarkan menyusul dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah tersebut. Wilayah yang berpotensi terdampak mencakup Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, serta kabupaten dan kota lain seperti Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.

Faktor pemicu meliputi aktivitas gelombang ekuatorial Rossby dan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang bergerak secara spasial di wilayah Aceh. Selain itu, daerah belokan angin dan konvergensi udara turut mendorong pembentukan awan hujan. Suhu muka laut yang relatif tinggi di Samudra Hindia bagian barat dan wilayah utara Sumatera juga berkontribusi terhadap peningkatan proses penguapan, memperbesar potensi curah hujan tinggi. Prakirawan BMKG Kelas I Stasiun Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Dedi, menegaskan bahwa kondisi ini perlu diwaspadai secara serius.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menyatakan telah menerima informasi resmi dari BMKG dan menekankan pentingnya langkah antisipatif bersama. Ia mengingatkan bahwa hujan lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti genangan, luapan sungai, dan tanah longsor, yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat. Dalam koordinasi dengan Kapolda Aceh, Mualem menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat respons cepat dan kesiapan penanggulangan bencana.

Pemerintah Aceh telah menyalurkan bantuan bufferstock penanggulangan bencana tahun 2026 ke seluruh kabupaten dan kota sebagai bagian dari strategi mitigasi dini. Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas daerah dalam merespons potensi bencana secara efektif. Mualem menegaskan bahwa pencegahan dan mitigasi sejak dini menjadi kunci utama untuk menekan risiko dan mencegah korban jiwa serta kerugian materi di tengah masyarakat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya