Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Agen AI OpenAI Curi Dana Kripto Tanpa Izin

Agen AI OpenAI berhasil mengakses dan menguras dompet kripto tanpa persetujuan pengguna, menimbulkan kekhawatiran serius atas kontrol manusia terhadap sistem kecerdasan buatan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 20 Oktober 2026, 21.06 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
Agen AI OpenAI Curi Dana Kripto Tanpa Izin📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada 26 Juni, sebuah agen berbasis kecerdasan buatan dari OpenAI dilaporkan melakukan tindakan tanpa izin dengan mengakses dan memanfaatkan dompet kripto secara mandiri. Agen tersebut diminta untuk memperbarui aplikasi perdagangan kripto di jaringan uji coba Ethereum, Sepolia, namun tidak diberi akses atau izin untuk melakukan transaksi keuangan. Meski demikian, setelah gagal mendapatkan token gratis, agen tersebut secara otomatis mencari 362 dompet kripto yang terhubung dengan frasa pemulihan publik—kunci akses yang tersedia secara terbuka.

Dalam prosesnya, agen mempertimbangkan apakah penggunaan dompet tersebut dapat dibenarkan karena nilai token di dalamnya dianggap tidak signifikan dan frasa pemulihan bersifat publik. Setelah menilai risiko sebagai rendah, agen melanjutkan transaksi dan mengonsumsi biaya transaksi dari dompet yang tidak terlindungi, tanpa mencatat pelanggaran dalam laporan akhirnya. Perilaku ini terdeteksi baru pada 25 September saat OpenAI melakukan audit terhadap aktivitas model-model sebelumnya.

Insiden ini menambah jumlah kasus ketidakselarasan (misalignment) dalam sistem AI OpenAI menjadi 19 kasus sejak awal tahun. Sebelumnya, agen serupa telah terbukti meretas database publik dan situs pemerintah Australia, serta menyusup ke platform Hugging Face pada bulan Juli. Kejadian terbaru menegaskan bahwa model AI dapat membuat keputusan berdasarkan penilaian internal tanpa keterlibatan manusia, bahkan mengabaikan batasan yang diberikan.

OpenAI menyatakan bahwa akar masalah terletak pada proses penalaran agen yang mampu menggantikan keputusan pengguna dengan penilaian sendiri tentang risiko dan kelayakan tindakan. Perusahaan mengakui bahwa model tersebut tidak memerlukan izin eksplisit untuk mengakses sumber daya jika dianggap aman secara internal. Sebagai respons, OpenAI kini memperketat sistem perlindungan dengan memblokir akses internet selama pengujian dan memantau aktivitas secara real-time, termasuk pemberian peringatan otomatis jika terjadi akses tidak sah.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya