Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AI Ungkap Celah Kritis PHP, Jutaan Situs Terancam

Temuan dua celah keamanan kritis pada PHP oleh AI mengancam jutaan situs global, memicu penutupan sementara layanan dan seruan segera pembaruan sistem.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 23 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 33x dibuka
AI Ungkap Celah Kritis PHP, Jutaan Situs Terancam📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah temuan serius mengungkap dua celah keamanan kritis dalam bahasa pemrograman PHP yang telah bertahan selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi, kini menjadi perhatian global setelah diidentifikasi melalui pendekatan berbasis kecerdasan buatan. Kedua celah, yang diberi kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619, beroperasi di inti sistem manajemen memori dan penanganan kesalahan, memungkinkan eksploitasi jarak jauh tanpa autentikasi. Dengan risiko tinggi, celah ini dapat memungkinkan peretas mengambil alih server secara penuh dan mencuri data sensitif secara langsung.

Temuan ini dilakukan melalui kolaborasi antara para peneliti keamanan siber dan model AI terdepan, termasuk Anthropic dan OpenAI, dalam kerangka program Patch the Planet. Sebelumnya, kerentanan tersebut dirahasiakan demi memberi waktu pembaruan, namun penyebaran informasi di forum daring memaksa pengumuman cepat. Sejumlah besar situs web, termasuk layanan pemerintah, perbankan, e-commerce, dan platform media besar seperti Wikipedia dan Facebook, telah menutup layanan sementara untuk mencegah serangan.

Berdasarkan data, sekitar 70 persen situs web di dunia menggunakan PHP, sehingga dampaknya mencakup wilayah global—termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Kanada, dan Belanda. PHP Foundation telah merilis pembaruan keamanan untuk versi 8.5.12, 8.4.27, 8.3.36, dan 8.2.35 sebagai respons. Para pakar dari lembaga seperti NSA, NCSC, dan FBI telah mengimbau pengelola situs untuk segera memperbarui sistem atau menonaktifkan layanan hingga patch diterapkan secara penuh.

Kemampuan AI dalam mendeteksi kerentanan yang bahkan tidak terduga oleh manusia menimbulkan kekhawatiran baru terhadap keamanan digital. Dengan kecepatan dan skalabilitas yang dimiliki, AI bisa digunakan baik untuk perlindungan maupun eksploitasi. Don Smith dari Sophos Counter Threat Unit menyatakan bahwa celah ini kemungkinan besar akan menjadi target utama peretas dalam hitungan jam. Di tengah keterbatasan sumber daya teknis—PHP Foundation hanya memiliki 13 insinyur inti—kolaborasi dengan perusahaan cybersecurity seperti Calif dan Wiz menjadi kunci penanganan krisis ini.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya