Anak Mantan Presiden Sri Lanka Ditangkap Terkait Korupsi Pesawat
Namal Rajapaksa, putra mantan presiden Sri Lanka, ditahan karena dugaan korupsi terkait pembelian pesawat untuk SriLankan Airlines pada 2013 dengan nilai sekitar US$800.000.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.36 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 7x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Namal Rajapaksa, 40 tahun, resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan panjang lebih dari lima jam oleh Komisi Penyelidikan Dugaan Penyuapan atau Korupsi (CIABOC) Sri Lanka. Keputusan penahanan dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi Kolombo, yang menetapkan masa tahanan hingga 18 September. Ia dituduh terlibat dalam skandal pembelian pesawat dari Airbus pada masa pemerintahan ayahnya, Mahinda Rajapaksa, yang kini menjadi fokus penyelidikan terkait dugaan penyuapan.
Penyelidikan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas melawan praktik korupsi di sektor penerbangan negara. Delegasi dari Airbus dikabarkan telah tiba di Kolombo pada Agustus untuk mendukung proses pemeriksaan. Kasus ini juga terkait dengan penyelesaian internasional yang pernah dilakukan Airbus pada 2020, saat perusahaan tersebut membayar denda senilai US$4 miliar kepada otoritas Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat untuk menyelesaikan tuduhan penyuapan dalam penjualan pesawat.
Namal secara tegas menolak semua dakwaan dan menegaskan tidak bersalah. Pengacaranya belum memberikan pernyataan resmi. Namun, rekam jejak hukumnya sebelumnya tidak bersih—pada 2016, ia pernah ditangkap terkait dugaan pencucian uang dalam proyek properti senilai US$650 juta di Colombo yang melibatkan penggunaan lahan negara. Proyek tersebut sempat menuai kontroversi karena dugaan pembayaran rahasia untuk mengamankan izin.
Kini, Namal menjalani masa tahanan di Penjara Remand Colombo dengan penjagaan ketat. Ia diperbolehkan menerima tiga kunjungan harian dan meminta makanan dari rumah, yang telah disetujui pihak penjara. Partai politik yang dipimpinnya, Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP), menuding penangkapan ini memiliki motif politik, terutama karena jatuhnya rencana demonstrasi besar di Anuradhapura pada 12 September. SLPP menyebut tindakan tersebut sebagai upaya menghambat perlawanan oposisi.
Sementara itu, SriLankan Airlines dan Airbus belum merilis pernyataan resmi mengenai kasus ini. Penyelidikan terus berjalan, dan pihak berwenang menyatakan bahwa proses hukum akan dilanjutkan tanpa kompromi, terlepas dari latar belakang sosial atau politik terduga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Kapolri minta pengusaha segera laporkan praktik premanisme dan pungli di kawasan industri untuk menjaga iklim investasi yang kondusif.
11 September 2026

BKN Percepat Hak ASN Gugur di Papua
Badan Kepegawaian Negara menjamin penyelesaian cepat hak kepegawaian tiga ASN yang gugur dalam tugas di Jayawijaya, termasuk kenaikan pangkat anumerta dan jaminan finansial bagi keluarga.
11 September 2026

Ruben Pertanyakan Logika Gugatan Balik Sarwendah Soal Hak Asuh Anak
Kuasa hukum Ruben menilai gugatan balik Sarwendah atas hak asuh anak tidak memiliki urgensi hukum, mengingat anak sudah berada di bawah pengasuhan ibu.
11 September 2026
Kejagung Amankan Rp1 Triliun dari Kasus Inhutani V
Penyitaan aset senilai Rp1 triliun dari kasus korupsi Inhutani V menunjukkan keberanian Kejagung dalam menuntaskan perkara korupsi besar dengan pendekatan tegas dan sistematis.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA


