Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Ancaman Bencana Ganda Mengintai Sulawesi Tenggara

Ahli geohidrometeorologi memperingatkan potensi bencana bersamaan akibat perubahan iklim dan aktivitas geologis di Sulawesi Tenggara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.20 WITA·👁 5 orang membaca· 3 hari ini · 7x dibuka
Ancaman Bencana Ganda Mengintai Sulawesi Tenggara📷 Foto lokal iNarasikita

Kendari, ıNarasikita - Kondisi geologis dan iklim di Sulawesi Tenggara kini memicu kekhawatiran serius terhadap kemungkinan terjadinya bencana bersamaan, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Seorang pakar yang pernah menjabat sebagai kepala BMKG menekankan bahwa fenomena ini bukan lagi spekulasi, melainkan ancaman nyata yang berpotensi mengulangi skenario ekstrem seperti pada masa pra-sejarah. Ia menyoroti keterkaitan antara perubahan iklim global dan peningkatan aktivitas tektonik yang dapat memperparah risiko bencana.

Menurut analisisnya, perubahan pola curah hujan yang ekstrem, dipadu dengan struktur geologi yang rentan, menciptakan kondisi yang sangat memungkinkan terjadinya bencana berantai. Misalnya, gempa bumi di lempeng bawah laut bisa memicu tsunami, sementara hujan deras akibat fenomena iklim yang tidak stabil dapat menyebabkan banjir bandang dan longsor di daerah pegunungan. Ancaman ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas.

Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu menyadari bahwa risiko bencana tidak lagi bersifat terpisah, melainkan saling berkaitan. Upaya mitigasi harus dipersiapkan secara menyeluruh, termasuk perbaikan sistem peringatan dini, pemetaan zona bahaya, serta edukasi publik yang berkelanjutan. Tanpa langkah strategis, kawasan yang sudah rentan seperti Sulawesi Tenggara berisiko mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.

Pesan utama dari pakar ini adalah perlunya kolaborasi antarlembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk membangun ketahanan yang lebih kuat. Pemahaman terhadap dinamika bencana secara holistik menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Dengan persiapan matang, dampak bencana dapat diminimalkan, bahkan dicegah sebelum terjadi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya