Ancaman Bencana Ganda Mengintai Sulawesi Tenggara
Ahli geohidrometeorologi memperingatkan potensi bencana bersamaan akibat perubahan iklim dan aktivitas geologis di Sulawesi Tenggara.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.20 WITA·👁 5 orang membaca· 3 hari ini · 7x dibuka
📷 Foto lokal iNarasikitaKendari, ıNarasikita - Kondisi geologis dan iklim di Sulawesi Tenggara kini memicu kekhawatiran serius terhadap kemungkinan terjadinya bencana bersamaan, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Seorang pakar yang pernah menjabat sebagai kepala BMKG menekankan bahwa fenomena ini bukan lagi spekulasi, melainkan ancaman nyata yang berpotensi mengulangi skenario ekstrem seperti pada masa pra-sejarah. Ia menyoroti keterkaitan antara perubahan iklim global dan peningkatan aktivitas tektonik yang dapat memperparah risiko bencana.
Menurut analisisnya, perubahan pola curah hujan yang ekstrem, dipadu dengan struktur geologi yang rentan, menciptakan kondisi yang sangat memungkinkan terjadinya bencana berantai. Misalnya, gempa bumi di lempeng bawah laut bisa memicu tsunami, sementara hujan deras akibat fenomena iklim yang tidak stabil dapat menyebabkan banjir bandang dan longsor di daerah pegunungan. Ancaman ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang luas.
Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu menyadari bahwa risiko bencana tidak lagi bersifat terpisah, melainkan saling berkaitan. Upaya mitigasi harus dipersiapkan secara menyeluruh, termasuk perbaikan sistem peringatan dini, pemetaan zona bahaya, serta edukasi publik yang berkelanjutan. Tanpa langkah strategis, kawasan yang sudah rentan seperti Sulawesi Tenggara berisiko mengalami kerugian besar dalam waktu singkat.
Pesan utama dari pakar ini adalah perlunya kolaborasi antarlembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk membangun ketahanan yang lebih kuat. Pemahaman terhadap dinamika bencana secara holistik menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman yang semakin kompleks. Dengan persiapan matang, dampak bencana dapat diminimalkan, bahkan dicegah sebelum terjadi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Pelanggan PLN dapat memantau tagihan dan tarif listrik per kWh melalui aplikasi PLN Mobile tanpa ke kantor, dengan tarif tetap hingga September 2026.
11 September 2026

BPBD Kendari Ajak Siswa Siap Hadapi Krisis Air Musim Kering
Pemkot Kendari melalui BPBD gelar edukasi sekolah untuk tingkatkan kesiapsiagaan warga pelajar menghadapi krisis air akibat musim kering.
11 September 2026

September Feast di Zenith Kendari Tawarkan Diskon 20 Persen
Hotel Zenith Kendari gelar promo September Feast dengan potongan harga hingga 20 persen untuk menu andalan, menarik pengunjung sekaligus dorong kunjungan wisata lokal.
11 September 2026

Enam Mahasiswa UHO Raih Juara Umum III di BPSMI Sultra
Tim mahasiswa Universitas Halu Oleo berhasil meraih posisi ketiga secara umum dalam ajang BPSMI Sulawesi Tenggara dengan karya inovatif berbasis teknologi digital.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


