Purbaya Yakin Kopdes Merah Putih Kurangi Kebocoran Subsidi
Menteri Keuangan menilai operasional Koperasi Desa Merah Putih mampu menekan kebocoran distribusi barang subsidi melalui pengawasan ketat dan struktur manajemen yang transparan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa sistem penyaluran barang subsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dapat mengurangi praktik penyimpangan yang selama ini terjadi. Ia menekankan bahwa keberadaan koperasi desa sebagai mitra distribusi strategis akan memperkuat akuntabilitas dan efisiensi, terutama dalam penyaluran bantuan pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Untuk memastikan implementasi berjalan sesuai rencana, pemerintah telah membentuk satuan tugas lintas kementerian yang melibatkan Kementerian Keuangan, Badan Pengatur BUMN, dan Kementerian Koperasi. Satgas ini bertugas memantau seluruh tahapan distribusi, mulai dari perencanaan hingga pendistribusian akhir, guna mencegah penyimpangan dan memastikan barang sampai ke penerima yang tepat.
Purbaya menegaskan bahwa skema ini dirancang agar Kopdes Merah Putih dapat beroperasi secara mandiri dalam jangka panjang. Selama dua tahun pertama, pemerintah akan menanggung seluruh biaya gaji manajer koperasi melalui APBN. Ia menegaskan anggaran tersebut telah dipertimbangkan secara matang dan tidak akan memberatkan keuangan negara.
Kendati demikian, Purbaya optimistis bahwa aktivitas usaha yang dilakukan koperasi akan mampu mencetak keuntungan dalam waktu singkat. Keuntungan tersebut, kata dia, akan kembali kepada desa sebagai bentuk pembagian hasil usaha, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah menciptakan mekanisme distribusi subsidi yang lebih transparan, efisien, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Biaya perbaikan dan suku cadang yang mahal menjadi penyebab premi asuransi mobil listrik lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional, sesuai penjelasan dari perusahaan asuransi di tengah penyesuaian tarif.
11 September 2026

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Konsumen yang membeli iPhone 18 Duo 2 TB dari AS harus siap membayar bea masuk dan PPN hingga Rp10,5 juta saat masuk ke Indonesia.
11 September 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.570 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.570/US$ pada awal perdagangan Jumat, dipengaruhi penguatan dolar global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
11 September 2026

Laba TINS Melonjak 805% di Semester I 2026
PT Timah (Persero) Tbk. mencatat laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026, naik 805% dibanding periode sama tahun sebelumnya, didorong kenaikan harga dan volume penjualan logam timah.
11 September 2026
Berita Lainnya

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA

GWM Perluas Jaringan Diler ke Kota-Kota Strategis
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


