Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Antisipasi Aksi 20 Oktober, Polres Bekasi Kota Gelar Simulasi Pengamanan

Polres Bekasi Kota menggelar simulasi pengamanan dengan 1.300 personel untuk mengantisipasi mobilisasi pelajar jelang aksi unjuk rasa 20 Oktober 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.09 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 93x dibuka
Antisipasi Aksi 20 Oktober, Polres Bekasi Kota Gelar Simulasi Pengamanan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Polres Metro Bekasi Kota melakukan pengujian kesiapan sistem pengamanan melalui Tactical Floor Game (TFG) di markasnya, Minggu (18/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut potensi aksi unjuk rasa pada 20 Oktober 2026, yang bertepatan dengan dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Simulasi bertujuan mengevaluasi respons terhadap enam skenario kerawanan yang diproyeksikan, termasuk mobilitas massa dan kerumunan di area strategis.

Sebanyak 1.300 personel, baik dalam maupun di luar dinas, dikerahkan untuk menjamin ketertiban masyarakat. Personel berseragam fokus pada pengamanan terbuka, sementara petugas non-berpakaian mendukung deteksi dini dan pemantauan secara intensif. Fokus utama pengawasan mencakup titik berkumpul, jalur pergerakan menuju Jakarta, serta isu yang beredar di media sosial terkait ajakan aksi. Hasil pemantauan akan menjadi dasar koordinasi strategis dalam merespons perkembangan situasi secara real time.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menegaskan bahwa pihaknya menghargai hak warga untuk menyampaikan pendapat secara damai, namun menolak segala bentuk provokasi yang melibatkan pelajar. Ia menekankan larangan memanfaatkan anak-anak sebagai alat untuk kepentingan politik atau tindakan melanggar hukum. "Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari permainan kekuasaan atau provokasi yang merugikan masa depan mereka," tegasnya dalam keterangan tertulis.

Pendekatan yang diterapkan menggabungkan tindakan tegas dengan edukasi dan dialog. Polisi menjalin komunikasi dengan sekolah dan orang tua untuk mencegah pelajar terlibat dalam aksi yang berpotensi berujung pada keributan. Setiap pelanggaran hukum akan ditangani berdasarkan bukti nyata dan keterlibatan pihak-pihak terkait, dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan anak dan proporsionalitas penegakan hukum. Tujuan utama tetap menjaga keselamatan generasi muda sekaligus menjaga stabilitas keamanan kota.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya