Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

AS dan Inggris Uji Coba Torpedo dari Drone Bawah Laut

Inggris dan Amerika Serikat berhasil menembakkan torpedo dari drone bawah laut secara langsung, menjadi langkah revolusioner dalam pertahanan laut bersama AUKUS.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
AS dan Inggris Uji Coba Torpedo dari Drone Bawah Laut📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Inggris mengumumkan pencapaian militer terbaru dengan sukses meluncurkan torpedo dari kapal selam tak berawak dalam uji coba yang dilakukan di perairan domestik. Peristiwa ini menandai pertama kalinya dalam sejarah senjata berat kelas berat diluncurkan secara langsung dari sistem otonom bawah laut, menggantikan peran kapal selam berawak tradisional dalam misi tempur. Hasil uji coba ini merupakan bagian dari kerja sama strategis dalam aliansi militer AUKUS bersama Australia, yang menekankan pengembangan kapal bawah laut generasi baru.

Drone bawah laut yang digunakan dalam uji coba memiliki panjang 12 meter dan diberi nama Excalibur, hasil kolaborasi teknologi antara Inggris dan mitra AS-Australia. Pemerintah Inggris menegaskan bahwa inovasi ini memperkuat posisi keamanan bawah laut di kawasan Euro-Atlantik serta menopang keunggulan strategis NATO. “Ini merupakan terobosan krusial bagi pertahanan bawah laut dan stabilitas strategis di wilayah kita,” tegas pernyataan resmi yang dirilis pekan lalu.

Perkembangan ini muncul di tengah upaya intensif negara-negara Barat memperkuat kapasitas militer otonom menghadapi ancaman dari Rusia dan Iran. Menurut analis senior dari RUSI, Sidharth Kaushal, penggunaan senjata mematikan pada sistem tak berawak menunjukkan bahwa teknologi otonom kini tidak lagi terbatas pada pengintaian, melainkan mampu mengeksekusi misi tempur kritis. “Ini mengubah paradigma pertahanan bawah laut secara fundamental,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham memanfaatkan momentum ini dalam kunjungannya ke New York untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Di forum global tersebut, ia rencananya akan bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas kerja sama internasional, khususnya di bidang kecerdasan buatan. Burnham akan mengumumkan kemitraan baru dengan AS untuk memperkuat perlindungan infrastruktur kritis, termasuk jalur laut dan ruang udara, melalui penerapan AI otonom.

Ia juga memastikan bahwa Inggris akan menjadi tuan rumah KTT G20 pada November 2027, dengan lokasi penyelenggaraan di Manchester, kota barat laut Inggris. Pertemuan tingkat tinggi ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi global dalam isu keamanan, perdamaian, dan inovasi teknologi, sekaligus menegaskan komitmen Inggris terhadap kerja sama internasional yang berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya