Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Jatim Masuki Puncak Kemarau, Hujan Baru Meningkat Akhir Tahun

Jawa Timur kini berada di puncak musim kemarau akibat El Nino sangat kuat, dengan hujan diperkirakan tetap rendah hingga November, baru mulai membaik pada Desember 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 23.02 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Jatim Masuki Puncak Kemarau, Hujan Baru Meningkat Akhir Tahun📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seluruh wilayah Jawa Timur saat ini mengalami fase puncak musim kemarau yang dipicu oleh kondisi atmosfer El Nino berkategori sangat kuat. Berdasarkan analisis dari Staf Analisa dan Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, periode puncak ini telah terjadi sejak Agustus hingga September, dan kini masih berlangsung dengan intensitas cuaca yang cenderung kering.

Prediksi curah hujan pada bulan Oktober menunjukkan angka sangat rendah, berkisar antara 0 hingga 50 milimeter per bulan. Bahkan hingga bulan November, curah hujan diperkirakan masih berada pada kategori ringan, yaitu antara 51 hingga 100 milimeter. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kering akan terus berlanjut dalam dua bulan ke depan.

Peningkatan signifikan dalam curah hujan baru diperkirakan terjadi pada Desember 2026, ketika BMKG memproyeksikan hujan masuk kategori menengah hingga tinggi, dengan kisaran hingga 300 hingga 400 milimeter per bulan. Ini menjadi titik balik penting dalam siklus musim di wilayah Jatim, setelah berbulan-bulan tanpa hujan yang memadai.

Meski secara umum kondisi kering mendominasi, kemungkinan hujan lokal masih bisa terjadi di sejumlah daerah tertentu. Faktor-faktor seperti topografi pegunungan, kelembapan udara tinggi, serta gangguan atmosfer regional seperti gelombang Rossby dan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) tetap berpotensi memicu hujan sporadis meski di tengah musim kemarau.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya