Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

China Soroti Ilegalitas Sanksi AS Terhadap Maskapai Iran

China menegaskan penolakan terhadap sanksi sepihak AS terhadap maskapai penerbangan Iran, menilainya tak berdasar hukum internasional dan tanpa mandat PBB.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 21.11 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
China Soroti Ilegalitas Sanksi AS Terhadap Maskapai Iran📷 Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah China kembali menegaskan posisi tegasnya terhadap kebijakan sanksi sepihak Amerika Serikat terhadap maskapai penerbangan Iran, menilai langkah tersebut sebagai bentuk intervensi yang tidak sah secara hukum internasional. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers yang digelar di ibu kota negara. Ia menekankan bahwa tindakan semacam itu tidak memiliki dasar hukum yang valid dan tidak dilandasi oleh resolusi atau otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.

Pernyataan China muncul dalam konteks ancaman yang dilontarkan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang menyatakan bahwa seluruh maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasinya secara global dalam waktu dekat. Ancaman tersebut disebut sebagai bagian dari strategi tekanan ekonomi yang diperkuat oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran. Langkah ini dikhawatirkan akan memperparah isolasi Iran dalam ranah transportasi udara internasional.

China menekankan bahwa sanksi sepihak seperti ini berpotensi merusak stabilitas ekonomi global dan menimbulkan ketidakpastian dalam hubungan antarnegara. Pihaknya menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi, bukan melalui paksaan ekonomi yang tidak didukung oleh mekanisme multilateral. Pernyataan ini juga menjadi sorotan menjelang pertemuan penting antara Presiden AS dan Presiden China Xi Jinping di Amerika Serikat, yang diproyeksikan membahas berbagai isu strategis global.

Kebijakan AS yang menargetkan transportasi udara Iran dikhawatirkan akan membatasi mobilitas warga negara Iran ke negara-negara tetangga, memperburuk kondisi sosial dan ekonomi di dalam negeri. China menilai bahwa pendekatan semacam ini justru dapat memperuncing ketegangan regional dan menghambat upaya perdamaian. Pihaknya tetap menyerukan penyelesaian berbasis hukum internasional dan prinsip-prinsip keadilan bagi semua negara, tanpa terkecuali.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya