Rabu, 23 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

PLTS 100 GW Target Rampung dalam Dua Tahun

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp selesai dalam dua tahun, dengan peluncuran tahap awal 5,5 GW dan proses tender 25–30 GW dalam waktu dekat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 22 September 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
PLTS 100 GW Target Rampung dalam Dua Tahun📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia menetapkan target ambisius untuk menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Giga Watt peak (GWp) dalam waktu kurang dari tiga tahun, bahkan Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimisme bisa mencapainya dalam dua tahun. Penetapan target ini disampaikan dalam peresmian megaproyek di Monumen Operasi Gilimanuk, Jembrana, Bali, yang menjadi awal dari transformasi energi nasional berbasis sumber terbarukan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan pentingnya percepatan pembangunan sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada dan kedaulatan energi nasional. Ia menegaskan bahwa jika tim energi mampu menyelesaikan proyek dalam dua tahun, mereka akan mendapatkan penghargaan khusus. Target ini mengikuti pendekatan yang pernah berhasil diterapkan dalam program swasembada pangan, yang berhasil dicapai dalam waktu lebih singkat dari rencana awal.

Proyek strategis ini menelan investasi sebesar Rp 1.140 triliun dan berpotensi menyerap 5,5 juta tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung. Selain mendukung transisi energi, program ini diharapkan menghemat anggaran subsidi energi hingga Rp 73,9 triliun per tahun. Saat ini, kapasitas listrik nasional mencapai 88 GW, sehingga penambahan 100 GW dari sumber surya akan menjadi peningkatan signifikan terhadap kapasitas produksi energi nasional.

Tahap awal proyek difokuskan pada 14 lokasi dengan total kapasitas 5.216 MWp, yang telah diluncurkan pada tahun ini. Pemerintah juga mempercepat proses tender untuk tambahan kapasitas sekitar 25–30 GW, sambil melakukan penyesuaian regulasi untuk mengurangi birokrasi. Menteri ESDM menegaskan bahwa perusahaan yang memiliki daya saing tinggi dan kemampuan teknologi unggul akan mendapatkan akses pengadaan yang lebih efisien tanpa proses yang berbelit-belit.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya